Ist/gadalombok.co
RAZIA : Tumpukan rokok illegal diamankan Tim gabungan Bea Cukai dan instansi terkait lainnya.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Tim gabungan Bea Cukai, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Polres Lotim dan Kodim 1615 dan instansi terkait lainnya, menggelar razia rokok illegal. Baik jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Tembakau Iris (TIS). Dari hasil razia (31/7/23) di 20 titik itu, mengamankan 91.916 batang rokok illegal dan 60 gram TIS. 

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda dan Peraturan Perundang-undangan, Lalu Purwadi, mengatakan, operasi rokok illegal ini dilakukan di 20 titik. Diantaranya Kecamatan Selong, Kecamatan Suralaga, Kecamatan Sukamulia, Kecamatan Suela dan Kecamatan Lenek. Salah satu jenis rokok illegal diamankan, merek H&D.

Untuk Kecamatan Selong mengamankan SKM sebanyak 7.900 batang dan SKT 96 batang. Kecamatan Suralaga SKM sebanyak 79.880 batang dan SKT 500 batang, Kecamatan Sukamulia hanya jenis SKM sebanyak 2.320 batang, Kecamatan Lenek mengamankan SKM 1.020 batang dan TIS sebanyak 60 gram. Sedangkan Kecamatan Suela jenis SKM sebanyak 200 batang.

"Total keseluruhan kami amankan sebanyak 91.916 batang. Sebanyak 91.320 batang jenis SKM, SKT 596 batang dan TIS sebanyak 60 gram,"katanya.

Operasi tanpa cukai, berdasarkan Undang-undang nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, dan Surat Keputusan (SK) Bupati Lotim nomor 188.45/118/POL PP/2023 tentang pembentukan tim operasi penegakan hukum cukai tembakau Lotim tahun anggaran 2023.

Masih kata Purwadi, selama menggelar razia rokok illegal, baru kali ini mengamankan barang bukti cukup tinggi. Dari 20 titik itu, terbanyak mengamankan rokok illegal di Kecamatan Suralaga terutama di rumah stokes. 

"Menurut Bea Cukai, peredaran rokok illegal di NTB, itu tertinggi di Lombok Timur,"tandasnya.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau para pedagang tidak menjual rokok illegal. Karena bagaimana pun, memberikan ruang peredaran rokok illegal merugikan keuangan negara. 

"Cukai tembakau itu masuk ke kas negara, dikembalikan lagi pada masyarakat berupa pembangunan infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakat,"tutup Wadi. (GL/01)