Soal Isu Akan Ikut Kontestasi Pilkada Serentak November 2024

dok/gadalombok.co
HM. Juaini Taofik


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Isu Penjabat Bupati Lombok Timur (Lotim), akan ikut meramaikan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak November mendatang, menyeruak ke publik. Terhadap isu tersebut, ditegaskan Penjabat Bupati Lotim HM Juaini Taofik, bahwa pihaknya berpikir dan lebih memilih fokus menunaikan tugas yang diamanahkan Undang-undang, dan mensukseskan Pilkada serentak.

"Sebagaimana yang diamanahkan negara melalui Mendagri. Saya ingin fokus menjalankan tugas sebagai penjabat, termasuk tugas penting mensukseskan Pilkada serentak mendatang,"tegas HM Juaini Taofik, di Kantornya, rabu (27/3/2024).

Memang, ia tak menampik banyak pihak yang mengharapkannya, maju menjadi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur periode 2024 -2029. Ia pun mengapresiasi adanya keinginan masyarakat itu. Akan tetapi, baginya pengabdian terbaik membangun daerah tak musti melalui jalur politik, tetapi pengabdian jalur birokrasi juga tidak kalah strategis.

"Yang jelas saat ini saya fokus melaksanakan tugas sebagai penjabat Bupati. Mensukseskan pemilihan kepala daerah, dan program strategis pemerintah pusat,"ujarnya.

Disebutkan, Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden, serta Legislatif berjalan lancar. Bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim telah mengumumkan pemenang Pemilu. Sementara proses sengketa dan on the trek, sesuai jalurnya. 

Ia berharap, pelaksanaan Pilkada pun dapat berlangsung dan berjalan sukses, seperti Pemilu beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah, Pemilu berlangsung aman, lancar dan sukses. Tinggal mensukseskan pelaksanaan Pilkada mendatang" sebutnya.

Orang nomor satu di Lombok Timur ini juga menyebutkan, Mendagri telah menegaskan kepada seluruh Penjabat Bupati, Penjabat Wali Kota atau pun Penjabat Gubernur, bagi yang akan mencalonkan diri menjadi Bupati atau wakil Bupati dan Gubernur atau Wakil Gubernur, untuk segera mengundurkan diri, atau diberhentikan.

"Kita telah dikumpulkan Mendagri secara Virtual, membahas permasalahan Pilkada, dan Mendagri memberi penekanan bagi yang ingin mencalonkan diri untuk segera mengundurkan diri, atau di berhentikan,"pungkasnya dan itu dilakukan Mendagri, sebab ada beberapa penjabat telah membuat Posko dan baliho. (gl/01)