![]() |
gadalombok.co EVAKUASI : Tim Sar dan petugas dari Dinas Damkarmat, melakukan evakuasi korban dari tebing sungai sedalam 20 meter. |
LOMBOK TIMUR - Warga Dusun Banjar Manis Selatan, Desa Anjani Kecamatan Suralaga Lombok Timur (Lotim) NTB, menemukan warga sudah tidak bernyawa dan sudah membusuk, tersangkut pada dahan pohon di tebing sungai Dusun setempat, yang kedalamannya sekitar 20 meter. Jenazah ditemukan warga setempat, setelah mencium bau tak sedap yang cukup menyengat, sekitar pukul 12.25 Wita (3/3/2023).
Diketahui identitas korban, Mamiq Pastia, 70 tahun asal Dusun Belet Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga Lombok Timur.
Kronologi penemuan mayat tersebut, berawal dari dua warga Banjar Manis yang menyusuri tebing sungai untuk mencari burung. Disana, tiba-tiba mencium bau bangkai yang sangat menyengat dari arah bawah (dasar tebing, redd).
Ketika ia memastikan bau tersebut kearah bawah, disana kedua saksi melihat tubuh manusia dalam posisi terlungkup, tersangkut pada dahan pohon yang tumbuh dibibir tebing yang kedalamannya 20 meter. Kedua saksi melihatnya dari ketinggian sekitar 15 meter dari dasar sungai.
Melihat hal itu, kedua saksi langsung pulang memberitahu warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kepala Wilayah (Kawil) Banjar Manis Selatan yang menerima informasi tersebut, mendatangi TKP, memastikan kebenaran informasi yang diterima dari warganya itu. Setiba di TKP, Kawil menelpon Polsek Suralaga atas temuan tersebut. Dengan cepat, Polsek Suralaga berkoordinasi dengan Tim Sar seeta tim penyelamatan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Lombok Timur.
Tim dari Polsek, Tim SAR dan Damkarmat tiba di TKP dengan membawa peralatan lengkap. Proses evakuasi jenazah. Setelah beberapa menit kemudian, tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah, dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedjono Selong.
Karena tanpa identitas saat ditemukan, Kapolsek Suralaga IPDA Bambang Bambang Supriyanto, cepat melakukan pencarian informasi identitas dan asal korban. Sehingga identitas dan asal korban berhasil diketahui, setelah pihak keluarga korban memastikan pakaian yang dikenakan dan ciri-ciri fisik korban.
Tim Inafis Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur, melakukan identifikasi di Kamar Jenazah RSUD dr Soedjono Selong. Kepada polisi, keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah.
"Keluarga tidak berkeberatan atas meninggalnya korban, sehingga menolak untuk dilakukan otopsi,"kata IPDA Bambang Supriyanto, Kapolsek Suralaga, dikonfirmasi Gadalombok.co.
Keterangan awal keluarga korban lanjutnya, korban diketahui korban yang sudah parobaya mengalami pikun, serta kerap meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Bahkan sudah beberapa kali korban ditemukan masyarakat berada di Desa lain, dan tidak tahu arah pulang. Serta, tidak bisa menjelaskan asal muasalnya.
"Korban diketahui meninggalkan rumah sejak senin (27/2) lalu. Keluarga sudah melakukan upaya pencarian, namun hasilnya nihil. Bahkan keluarga sudah membuat laporan orang hilang di Polsek Suralaga,"pungkasnya. (GL-01)




Komentar