BUKA : Wakil Bupati Lombok Timur, membuka festival Muharam ditandai dengan pemukulan beduk bersama Ketua DPRD Lombok Timur, di GOR Lalu Muslihin Selong Lombok Timur.



LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Festival Muharam 1448 Hijriyah, digelar Pemerintah Lombok Timur. Festival Muharam, di buka Wakil Bupati Lombok Timur, H Moh. Edwin Hadiwijaya, (16/6/2026) 

Sebagai Ketua Panitia Festival Muharam, Asisten II Setdakab Lombok Timur, Husnul Basri, dalam laporannya mengatakan, festival Muharam 1448 Hijriyah ini, ditetapkan melalui keputusan Bupati Lombok Timur, nomor 100.3.3/2/1.3/kesra/2026 tentang Festival Muharam 1448 H. 

Dijelaskan ada banyak artikel akhir-akhir ini terutama Guru Besar UIN Mataram Prof. Ridwan, menyebutkan, pergantian tahun baru Islam bukan sekadar pergantian waktu atau pergantian tahun, tapi bagaimana hijrah dari ketertinggalan menuju kemajuan, perubahan tidak baik ke lebih baik dan sebagainya. 

"Kita mengangkat tema besar "menebar semangat hijrah mewujudkan Lombok Timur smart", sangat sejalan dengan pemikiran para guru besar itu. Dan kita sudah mendahuluinya lewat tema besar ini,"katanya.

Lanjutnya, beberapa kegiatan digelar untuk semarak festival Muharam. Mulai dengan pawai ta'aruf yang di ikuti 7 ribu lebih peserta, parade dulang sebanyak 1448 dulang, sesuai dengan jumlah pergantian tahun Hijriyah. Kemungkinan setiap tahun jumlah dulang akan terus bertambah sesuai tahun pergantian Hijriyah. 

"Hari ini (kemarin, red) dilanjutkan dengan festival Muharam, untuk kerja-kerja ekonomi Lombok Timur,"terangnya. 

Dalam festival yang di isi dengan bazar ini, pemerintah menyediakan 77 lapak. Namun peminatnya hingga 150 UMKM lebih. Bahkan lebih banyak UMKM, rela swadaya membangun lapak sendiri. Hal itu menunjukkan antusiasnya pelaku UMKM mengikuti Festival Muharam. 

"Dengan antusiasnya mengikuti festival Muharam, mudahan ini memacu perekonomian Lombok Timur lebih baik. Bahkan antusiasme tinggi juga dari pegiat seni hiburan lokal untuk tampil,"ujarnya. 

Untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dihadirkan dalam Festival ini, mulai dari OPD Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melayani perijinan di stand, Arpusda dan duta baca dihadirkan , Dukcapil untuk pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) serta Dinas Kesehatan (Dikes) untuk melayani masyarakat secara gratis. 

"Selama festival, akan ada pertunjukan wayang kulit, cilokak, Hadroh, dan pertunjukan lainnya. Terkahir pada puncak festival Muharam, akan ditutup dengan penampilan artis papan atas dari Band Gigi, Bams dan Bapak Guru,"bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur, H Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan, bersyukur bisa sampai pada 1448 Hijriyah. Ia juga menegaskan rasa syukurnya pada MTQ ke-XXXI tingkat Provinsi NTB, Lombok Timur berhasil meraih juara umum dua. Capaian itu khususnya MTQ Tingkat Provinsi NTB, tidak di raih satu atau dua malam, tapi Bupati sudah di canangkan Bupati sejak setahun lalu, setelah pada MTQ tingkat Provinsi tahun 2024 lalu Lombok Timur berada pada urutan ke tujuh.

"Capaian ini bukan membuat kita puas, tapi bagaimana meraih lebih lagi di MTQ tingkat Provinsi mendatang di Lombok Utara. Kita akan lebih kerja keras lagi untuk lebih maksimal lagi. Hasil ini juga tidak lepas dari peran Kepala Desa dan Camat,"ucapnya. 

Pesan Bupati ungkap Wabup, dalam festival ini jangan sampai mengecewakan masyarakat. Ia mengajak OPD mengalah untuk UMKM. Karena hal ini menunjukkan geliat ekonomi kita. Bergeraknya ekonomi pada Desember 2023 lalu, tidak lepas dari peran besar UMKM dan pertumbuhannya mencapai 4,3 persen lebih. Sedangkan pada triwulan pertama tahun 2026 ini, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur naik 7,83 persen, juga tidak lepas dari peran besar UMKM. 

"Dari sisi pertumbuhan ekonomi memang naik. Namun dari sisi kesejahteraan, kita masih perlu kerja keras lagi. Cara mengukur pertumbuhan ekonomi kita, cukup dengan angka dikeluarkan BPS dari sisi Desil. Karena Desil itu menunjukkan tingkat kesejahteraan, bukan tingkat pendapatan,"tegas Wabup. 

Kedepan tahun 2027 mendatang, untuk menggerakkan ekonomi, festival perlu di tumbuh kembangkan di tingkat Kecamatan, melalui berbagai program. Sehingga memunculkan sentra ekonomi baru. 

"Ekonomi kreatif jika di gandeng dengan festival, yakin akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi lebih baik dan menuju Lombok Timur Smart,"pungkasnya. (gl)