![]() |
| PASANG : Mewakili Bupati Lombok Timur, asisten I Setda, mengalungkan tanda pengenal dan memasang pita, pada dua perwakilan calon Paskibraka Lombok Timur. |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Dari 36 dinyatakan lolos sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), sebanyak 32 calon Paskibraka Tingkat Kabupaten Lombok Timur, dan empat diantaranya calon Paskibraka Provinsi NTB. Saat ini, 32 calon Paskibraka Lombok Timur, mulai menjalani Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Gedung UPTD Dikbud NTB, di Selong Lombok Timur, (4/8/2026).
Panitia Seleksi Paskibraka Lombok Timur, melalui Mastur Riadi, menjelaskan, Paskibraka salah satu komponen utama yang amat penting dalam peringatan HUT RI. Karena sebagai bagian dari komponen utama, sehingga dibutuhkan Paskibraka yang hebat. Untuk mendapatkan Paskibraka yang hebat itu, tentu membutuhkan proses Panjang, mulai dari proses seleksi ditingkat Sekolah sejak Januari lalu, yang dilakukan tim ke 115 sekolah.
Dalam seleksi awal lanjutnya, diperoleh peserta sebanyak 1.150 orang. Kemudian, Kembali dilakukan seleksi lebih tinggi badan, Kesehatan, baris berbaris dan berbagai jenis tes lainnya, barulah tim seleksi mendapatkan 36 orang peserta, terdiri dari 32 peserta terbaik Tingkat kabupaten dan empat peserta terbaik mewakili Lombok Timur ke Tingkat Provinsi NTB.
“Tahun ini kita hanya bisa mengirim empat orang wakil ketingkat Provinsi NTB. Sedangkan Tingkat nasional, Lombok Timur belum dapat mewakili NTB,” ucapnya seraya berharap kedepan bisa mewakili NTB ke Tingkat Nasional.
Lanjutnya, sebelum mulai pemusatan Pendidikan dan pelatihan, calon Paskibraka Lombok Timur melakoni Latihan secara mandiri. Kemudian dilakukan latihan Pra Diklat, yang di pandu enam pelatih, tiga Pembina dan didampingi tiga orang tim medis.
Sedangkan saat ini, calon Paskibraka tingkat Kabupaten Lombok Timur, akan menjalani pemusatan Latihan, dengan mengikuti berbagai materi. Momen pemusatan Pendidikan dan pelatihan ini, dimanfaatkan untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan, menyiapkan mental dan sebagainya, sehingga pada pelaksanaan tugas yang sesungguhnya nanti, proses pengibaran dan penurunan bendera pusaka berjalan lancar.
“Untuk pengukuhan sendiri, nanti dilakukan tanggal 16 Agustus mendatang,” ucap Mastur.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, H Ahyan, mengatakan, menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan, sekaligus tanggung jawab besar. Dari 1.150 pelajar SMA sederajat di Lombok Timur yang ikut seleksi secara ketat, 36 calon paskibraka yang terpilih setidaknya memiliki tiga hal, mulai dari disiplin, semangat nasionalisme dan prestasi.
“Selama TC ini, semua calon paskibraka akan ditempa secara fisik, mental, dan wawasan kebangsaan. Latihan keras, panas, hujan, lelah, itu pasti. Tapi ingat, dari sinilah lahir karakter pemimpin masa depan Lombok Timur,” tegasnya.
Sebagaimana pesan Bung Karno lanjutnya, "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya". Dan para calon Paskibraka hari ini (kemarin,red), adalah penerus tugas menghargai kemerdekaan itu, dengan cara mengibarkan Sang Saka Merah Putih setinggi-tingginya.
Terhadap para pelatih dan pembina, pihaknya menitipkan calon Paskibraka ini. Ia meminta mereka dibina tidak saja dengan disiplin, tapi juga dengan kasih sayang. Menjaga kesehatan, gizi, dan mental mereka. Pemerintah Daerah (Pemda) akan mendukung penuh melalui Dinas terkait.
“Kepada orang tua calon paskibraka, terima kasih atas kepercayaan dan dukungannya. InsyaAllah anak-anak kita akan kembali dengan membawa kebanggaan dan ilmu yang bermanfaat,” katanya.
Ia mengungkapkan, Pemda Lombok Timur, berkomitmen menjadikan Paskibraka sebagai kawah candradimuka kader pemimpin. Lulusan Paskibraka, diharapkan menjadi agen perubahan di sekolah, di kampus, dan di masyarakat. Menjadi contoh dalam hal disiplin waktu, cinta tanah air, toleransi, dan gotong royong.
“Terus semangat berlatih. Jaga nama baik diri, keluarga, sekolah, dan Kabupaten Lombok Timur. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi emas Lombok Timur,”pungkasnya. (gl)

Komentar