Hujan Tak Menyurutkan Semangat Jamaah Datang di Medan Haul

gadalombok.co
SAMBUTAN : Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, setiba di lokasi Haul ke-39 Almagfurullah TGH Muhammad Mutawalli, mengajak jamaah istiqomah mengamalkan apa yang telah diajarkan selama masih hayat.


LOMBOK TIMUR - Haul ke-39 Almagfurullah TGH Muhammad Mutawalli Bin TGH Yahya Alkalimi, berlangsung khidmat di Yayasan Pondok Pesantren Darul Yatama Walmasakin (Dayama) Jerowaru Lombok Timur (Lotim). Kendati diguyur hujan, namun tidak menyurutkan semangat masyarakat dari berbagai Daerah di Pulau Lombok, datang ke medan Haul, (4/2/23).

Hadir dalam Haul ke-39 ini, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Kapolres Lombok Timur AKBP Hery Indra Cahyono, SIK, Dandim 1615 Letkol Inf Amin Muhammad Said, Sekretaris Daerah (Sekda) HM Juaini Taofik, Direktur Pasca Sarjana UIN Mataram, Kapolsek Jerowaru IPTU Yudha Aditiya Warman, Danramil Keruak Kapten Lalu Agus, dan ribuan jamaah dari berbagai daerah di Pulau Lombok.

Ketua Panitia Haul, Agus Sugandi, dalam laporannya menjelaskan, sebelum puncak kegiatan, berbagai kegiatan perlombaan digelar panitia yang di ikuti para santri. Mulai dari pidato bahasa arab, lomba kitab kuning dan lainnya. Selain itu, khitanan massal yang di ikuti 40 anak dari Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. 

"Terimakasih atas sumbangsih semua pihak, dalam mensukseskan Haul ke-39 yang sederhana ini,"katanya.

Lanjut Agus mewakili keluarga besar Al Mutawalli, menuturkan, sebelum menjadi Yayasan Dayama, berawal dari tahun 1954 berdiri Darul Awwam menjadi wadah tempat Majelis Taklim dan tempat mengaji ilmu Nahu dan Sorof dan mendirikan Madrasah Ibtidakiyah (MI) kendati MI hanya bertahan empat tahun. Kemudian tahun 1969 baru didirikan Yayasan Dayama. Pada tahun 1969 sampai 1976 ketika itu guru honor digaji menggunakan 5 Kg ubi. Yayasan Dayama ini, mengelola lembaga pendidikan dari Raudhatul Atfal sampai perguruan tinggi, dengan jumlah santri sebanyak 1876 orang dari berbagai Daerah di NTB. 

"Beliau Almagfurullah TGH Muhammad Mutawalli, wafat 4 rajab 1404 Hijriah tahun 1984 pada bulan April dan hari ke-empat. Beliau meninggalkan empat orang istri dan 38 orang anak. Nama asli beliau Imran, tapi nama ini banyak yang tidak tahu,"ketusnya.

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, mengatakan, kehadiran kita di Haul ini untuk meneruskan apa yang telah digariskan dan diwasiatkan serta diajarkan, bukan hanya di Lombok Timur, tapi juga di Kabupaten lain khususnya di Pulau Lombok. 

Dalam nostalgia Bupati mengenang Almagfurullah TGH Mutawalli, pada masa itu Almagfurullah bergeser keutara dan ketimur, kebarat dan lainnya. Masa itu tak pernah terjadi perselisihan penuh dengan kedamaian, aman dan tentram. Semua tuan guru pada masa itu saling silaturahmi satu sama lain. Tidak pernah terjadi percekcokan dan perselisihan melainkan semua harmonis. 

"Mereka saling berkunjung, rukun dan guyub,"ucapnya seraya menegaskan, apa yang telah dicontohkan masa lalu itu harus diterapkan sekarang ini oleh semua keturunan Almagfurullah TGH Muhammad Mutawalli. 

Menurutnya, ada tiga ukhuwah yang diterapkan, yakni ukhuwah islamiyah, ukhuwah Wathaniyah dan ukhuwah Basyariah. Semua itu dilakoni untuk kehidupan berbangsa dan ber Negara.

Sekarang ini sambungnya, sedikit-sedikit berselisih dan bertentangan, sehingga ia pum mempertanyakan dimana ketiga ukhuwah tersebut, jika sedikit-sedikit bersengketa dan berselisih. 

"Almagfurullah TGH Muhammad Mutawalli sudah mempraktekkan contoh ketiga ukhuwah itu. Tentu ketiga ukhuwah itu juga harus bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari,"tandasnya.

Masih kata Sukiman, sekarang ini banyak yang berdakwah dengan omongan, kata-kata dan perjuangan. Bahkan dengan tulisan dan pekerjaan. Betapa banyak madrasah, jalan serta jembatan yang telah dibuka Almagfurullah pada masa hayatnya, sehingga semua itu patut menjadi contoh dimasa akan datang. 

"Kehadiran jamaah pada momen ini, selaian sebagai rasa syukur, juga untuk mengikuti, menerapkan dan mengamalkan apa yang telah diajarkan Almagfurullah pada masa hayat beliau,"lugas Sukiman.

Sementara itu, H Fahrurrozi, Direktur Pasca Sarjana UIN Mataram, mengungkapkan, Almagfurullah TGH Muhammad Mutawalli adalah sosok ulama yang kharismatik, mengambil metode dakwah yang unik dan tidak dipakai oleh Tuan Guru lain. Sudah 39 tahun Almagfurullah meninggalkan dunia pana ini, tapi cahaya kemuliaan mau pun cahaya ilmunya terus bersinar serta dikenang mau pun diamalkan sebagai bagian dari kerkahan diteruma jamaah. 

"Salah satu karomah Almagfurullah, saya pernah mewawancarai Lalu Mujitahid mantan Bupati Lombok Barat, jalan di Sekotong Lombok Barat itu malamnya sekadar memukul tongkat, esoknya tiba-tiba jadi jalan raya dan ini saheh,"imbuh Fahrurrozi.

Pada kesempatan itu, TGH Saiful Islami Al Sibawahi mengisi pengajian. Tampak jamaah sangat khusyuk mendengarkan setiap isi ceraham tersebut, walau pun duduk ditengah kondisi yang becek akibat diguyur hujan. (GL-01)