Para pengunjung pasar malam di Rest Area Kawasan Wisata Sembalun Lombok Timur.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Selama musim liburan sekolah, dimanfaatkan Pemerintah Kecamatan Sembalun Lombok Timur, menggelar pasar malam di Rest Area Sembalun. Berakhirnya pasar malam, seiring telah usainya libur sekolah di semua jenjang pendidikan. Selama pasar malam, memberikan dampak perputaran ekonomi dan mendongkrak ekonomi masyarakat Sembalun.

Camat Sembalun, Suherman, (13/7/2026) menjelaskan, pasar malam tersebut digelar hanya memanfaatkan masa libur sekolah. Rupanya, selama pasar malam jumlah pengunjung cukup ramai, yang tidak saja dari kalangan warga lokal Sembalun, tapi juga wisatawan lokal hingga Wisman.

"Agar pasar malam di Rest Area tetap berlanjut setiap malam ahad, nanti akan kami atur lagi,"katanya.

Para pengusaha UMKM yang berjualan di pasar malam itu, rata-rata mereka yang sebelumnya mendapatkan bantuan modal usaha dari Bupati Lombok Timur, melalui Dinas Koperasi dan UMKM. Bantuan modal tersebut bagi mereka sangat berarti, untuk mengembangkan usahanya. 

Bahkan setelah adanya pasar malam dan geliat perputaran ekonomi bagus, banyak UMKM di Sembalun yang meminta kembali digelar dan ingin terlibat menjajakan hasil home industrinya masing-masing. Tentu dari pasar malam itu, out put dan outkam diharapkan tidak lain untuk kesejahteraan masyarakat.

"Alhamdulillah, dalam semalam di lokasi pasar malam perputaran uang hingga puluhan juta. Karena jumlah UMKM yang berjualan masih belum terlalu banyak,"tandas Herman. 

"Kedepan kami harapkan pilihan kulinernya lebih banyak lagi, mengingat di Sembalun ini banyak wisatawan manca negara juga yang berwisata,"sambungnya dan mengatakan, 

Karena pasar malam memberikan dampak luar biasa, para pedagang memberikan. Masukan dan masukan itu menjadi catatannya kedepan. Salah satunya, seperti penataan lapangan yang menjadi rest area sebagai lokasi pasar malam. 

Masalah penataan Lapangan Sembalun ini akan di bahas nanti bersama semua kepala desa. Karena sebelumnya sejak Desa Sembalun mekar menjadi tiga desa yakni Desa Sembalun, Sembalun Lawang dan Timba Gading, perawatan lapangan saling tangguhkan sebab namanya Lapangan Umum Sembalun Lawang.

"Masalah lapangan ini akan kami kelir-kan, agar pengelolaannya dibawah pemerintah kecamatan. Sehingga lapangan itu menjadi milik semua Desa Kecamatan Sembalun,"pungkasnya.

Untuk diketahui, di Rest Area tersebut juga berlangsung kegiatan Car Free Day (CFD) sudah lama berjalan setiap akhir pekan. CFD juga menjadi momen yang banyak dimanfaatkan wisatawan lokal mau pun asing. CFD memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Kecamatan Sembalun. (gl)