gadalombok.co
ARAHAN : Sekda Lombok Timur mewakili Bupati, memberikan arahan pada dewan hakim mau pun kafilah, dalam pembukaan STQH tingkat Kabupaten Lotim di BPVP Lombok Timur.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-XXVII tingkat Kabupaten Lombok Timur (Lotim) NTB, mulai di gelar. Dalam STQH ini, sebanyak enam Cabang mata lomba dipertandingkan, mulai dari tingkat dewasa, remaja dan anak. Diantaranya, cabang Tartil, cabang tilawah, cabang tahfiz Alquran 1 dan 5 juz plus tilawah, Cabang Tahfiz 10, 20, 30 juz, Cabang Tafsir Alquran, serta Cabang Tahfiz Hadits 500 tanpa sanad dan 100 dengan sanad. 

Semua cabang mata lomba, dipusatkan panitia di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lenek Lombok Timur, akan berlangsung hingga (4/5/23) mendatang. STQH ini di ikuti kafilah dari 21 Kecamatan. 

Bupati Lotim melalui Sekretaris Daerah (Sekda) HM Juaini Taofik, mengatakan, keberadaan Dewan Hakim, menjadi penentu penting kualitas yang dihasilkan dalam STQH ini.

"Kekuatan seleksi tilawatil quran dan hadits ini, bergantung pada semua dewan hakim,"tegasnya usai melantik dewan hakim yang diketuai Khairudin.

Menurutnya, tidak mungkin pemerintah melihat peningkatan kualitas yang dihasilkan pada STQH ini ada pada sistem atau teknis pelaksanaan. Melainkan justru ada pada semua dewan hakim yang memegang teguh prinsip, memberikan penilaian secara jujur dan adil, tanpa mekakukan keberpihakan terhadap salah satu kafilah yang ikut didalamnya. 

Akan tetapi dalam hal penilaian dewan hakim harus senantiasa semangat dan memegang teguh prinsip-prinsip objektivitas. Selain itu juga, dewan hakim musti menunjukkan  loyalitas pada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).

"STQH Lombok Timur pada STQH tingkat Provinsi mendatang, Lombok Timur kita harapkan bisa meraih prestasi lebih baik dan menggembirakan dari tahun-tahun sebelumnya,"katanya.

Lebih jauh diungkapkan, STQH ini merupakan perwujudan dari misi ke lima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, yaitu meningkatkan pembangunan kehidupan keagamaan masyarakat yang lebih baik dan religius, serta menciptakan keamanan dan ketertiban yang harmonis.

Hal tersebut dapat dilihat dari suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi NTB di Lombok Timur beberapa waktu lalu, juga prestasi qori dan qoriah, hafiz dan hafizah, mufassir dan mufassirah Lombok Timur di berbagai ajang. Termasuk secara internasional.

"Tema kita sudah jelas, bagaimanana mewujudkan generasi terbaik dengan membaca, mempelajari, dan mengamalkan Alquran,"pungkasnya. (GL-01)