TURUNKAN : Jembatan bailey milik Kodam IX Udayana, yang sudah tiba di desa perigi dan mulai proses perakitan.

LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Jembatan darurat Bailey Kodam IX Udayana, tiba di Dusun Aik Beta Desa Perigi Kecamatan Suela Lombok Timur. Jembatan itu, akan dirakit dan dipasang di lokasi jembatan Aik Beta, yang ambruk akibat sapuan air. Jembatan ini, akan menghubungkan Desa Perigi dan Desa Puncak Jeringo Kecamatan Suela. Material jembatan Bailey tiba, (3/1/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, bersama Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, dan Kalakhar BPBD Provinsi NTB, pun langsung turun melihat proses bongkar muat jembatan bailey itu. Artinya, masyarakat sekitar yang ada di dua desa itu, kini mulai tersenyum, sebab jembatan darurat segera di rakit TNI.

Pemasangan Jembatan Bailey ini, dilakukan sebagai respons atas bencana banjir hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu, yang menyebabkan jembatan penghubung utama kedua desa itu terputus.

Sekda Lombok Timur HM. Juaini Taofik, menjelaskan, sejak jembatan tersebut putus, pemerintah daerah terus memikirkan berbagai opsi, agar aktivitas masyarakat di dua desa itu dapat kembali berjalan normal.

“Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik Bupati dan Gubernur serta Danrem 162 Wira Bhakti, sehingga Pangdam IX/Udayana memutuskan memberikan bantuan, berupa Jembatan Bailey dengan kekuatan 25 sampai 30 ton,”jelasnya.

“Alhamdulillah, hari ini jembatan itu langsung di rakit,”kata Sekda pada awak media, di lokasi pemasangan jembatan Bailey.

Ia menegaskan, meskipun jembatan ini bersifat sementara, kapasitas Jembatan Bailey setara dengan jembatan permanen.

“Kalau truk pengangkut galian C saja maksimal 10 ton sampai 15 ton, jembatan ini mampu menampung bobot kendaraan 25 ton, artinya lebih dari cukup. Namun tentu kehati-hatian tetap menjadi hal utama,” terangnya.

Pada kesempatan itu, orang nomor tiga di Lombok Timur ini, mengapresiasi antusiasme masyarakat, terhadap hadirnya jembatan tersebut. Bahkan, sebelum jembatan Bailey datang, warga secara swadaya membangun jembatan alternatif dari bambu. 

Bayangkan kata Sekda, sekitar 140 kepala keluarga di seberang jembatan, membutuhkan akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi. Dengan hadirnya jembatan ini, sekitar 15 hari ke depan, aktivitas masyarakat  setempat bisa kembali normal. 

“Ini membuktikan bahwa jembatan ini sangat penting dan strategis. Kita dikasih waktu 1 tahun bahkan 1,5 tahun kedepan untuk memanfaatkan jembatan bailey ini, sampai terbangunnya jembatan permanen,”lugasnya.

“Jembatan Bailey ini sewaktu-waktu bisa dipakai di daerah lain, yang mengalami kondisi darurat. Sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah di tengah tekanan fiskal, menjadi strategi paling penting saat ini,”tambah Juaini

Sementara itu, Kalakhar BPBD Provinsi NTB, Ahmadi, menyebutkan, jembatan Bailey merupakan aset Kodam IX Udayana, yang bersifat pinjam pakai. Lama pemakaian sesuai perjanjian, yakni selama 18 bulan kedepan. Setelah itu, jembatan akan di kembalikan ke Kodam IX Udayana. 

“Dengan masa tenggat waktu cukup panjang,  Pemerintah sudah bisa membangun jembatan permanen,”ucapnya.

Sebelumnya ujar Ahmadi, Kodam IX Udayana juga telah memasang Jembatan Bailey di Kabupaten Bima. Jembatan bailey di Kabupaten Bima itu, saat ini sedang dalam proses penarikan kembali, untuk kebutuhan jembatan darurat di wilayah lain di Indonesia.

“Panjang jembatan bailey sekitar 24 meter, kekuatannya lebih dari cukup. Bahkan spesifikasinya melebihi yang kita harapkan, karena tiang dan dindingnya dibuat dua lapis. Ini sangat membantu kebutuhan darurat, tidak hanya di NTB, tapi juga untuk wilayah lain yang terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera,” pungkasnya. (gl)