![]() |
| LANTIK : Bupati melantik dan mengambil sumpah/janji 94 PNS formasi umum tahun 2024 dan alumni IPDN angkatan 30 dan 31. |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Setelah menjalani proses sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sebanyak 94 orang berasal dari formasi umum 2024 dan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 30 dan 31, akhirnya dilantik dan diambil sumpah/janji sebagai PNS. Pelantikan oleh Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, di Pendopo Bupati, (1/4/2026).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Yulian Ugi Lusianto, mengatakan, pengambilan sumpah ini bagian dari pembinaan PNS menjadi aparatur negara, yang profesional, bebas intervensi politik, bersih dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan mampu menjadi pelayanan publik dan menjadi perekat NKRI.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas keihklasan kejujuran dan tanggungjawab, dalam melaksanakan tugas, pelayanan dan pembangunan daerah.
"Jumlah yang dilantik sebanyak 94 orang, terdiri 85 orang CPNS formasi umum dan 9 orang IPDN angkatan 30 dan 31. Dari 94 orang itu, Tenaga Kesehatan (Nakes) 48 orang, dan tenaga strategis lainnya 46 orang,"terang Ugi dalam laporannya.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, mengatakan, secara struktur saat ini PNS yang dilantik sudah kuat. Demikian juga pelantikan ini secara spiritual sangat kuat. Tentu sebagai PNS bekerja demi bangsa dan negara, sehingga butuh kerja sama baik dalam hal pelayanan publik.
Tidak itu saja, sebagai PNS dituntut kejujurannya, fokus membangun Lombok Timur dan membangun masyarakat. Selain itu, melepas kemiskinan itu menjadi bagian dari fokus pemerintah dan PNS sebagai perangkat tersebut. Ia yakin, 94 PNS yang dilantik dan diambil sumpahnya, sudah paham betul apa yang harus dilakukan sesuai tugas masing-masing.
"Fokus pada apa yang dikerjakan, fokus melayani masyarakat, sehingga apa menjadi janji dalam isi sumpah itu, tadi mengena pada diri sendiri. Setelah itu terjadi sesuai sumpah, anda tidak akan banyak beban setelah di Lantik dan diambil sumpah jabatannya,"lugasnya.
Ia mengungkapkan, melihat jumlah PNS yang pensiun setiap tahun, membuat Lombok Timur mengalami kekurangan jumlah PNS. Dari data yang ada, Lombok Timur masih kekurangan PNS hingga 8 ribu lebih tersebar di semua Dinas dan Bagian. Sehingga hal itu menjadi perhatiannya kedepan.
"Sekarang ini menjadi perhatian kita honorer yang ada dalam data base atau pun non data base. Maunya kita paruh waktu mau pun non data base ini diangkat menjadi penuh waktu. Tapi kita tunggu saja kebijakan pusat, seperti apa kedepan,"pungkasnya.(gl)

Komentar