![]() |
| Kapolri bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Kakorbinmas, Menko Pangan, Menteri Pertanian, Kapolda, Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur, melakukan ground breaking Gudang bawang putih sembalun. |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo, melakukan ground breaking Pembangunan Gudang ketahanan pangan Polri, dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional, di Kecamatan Sembalun Lombok Timur. Ground Breaking dilakukan bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), Kakorbinmas Polri, Menko Bidang Pangan, Mentan RI dan lainnya. Kapolri diterima Gubernur NTB, Kapolda NTB dan Bupati Lombok Timur, di Sembalun kemarin.
Kapolri selain melakukan ground breaking Pembangunan Gudang bawang putih, juga melakukan penanaman serentak dan panen raya serentak bawang putih secara nasional, yang tersebar di 17 Polda di Indonesia. Kapolri bersama para pejabat teras di Tingkat pusat ini, datang ke Sembalun, tidak melalui jalur darat. Melainkan jalur udara, menggunakan pesawat helikopter milik Polri.
Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, dalam sambutannya mengatakan, penanaman bawang putih di Sembalun, di areal seluas 120 hektare. Dengan adanya penanaman tersebut, total akumulasi lahan penanaman bawang putih sejak tahun 2025 sampai dengan saat ini, telah mencapai 948 hektare, dengan proyeksi hasil produksi sekitar 10 ton per hektare. Hal tersebut, merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi dan percepatan terwujudnya swasembada bawang putih nasional.
Lanjutnya, dalam rangka meningkatkan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sektor pertanian, khususnya dalam budidaya bawang putih, para petani mendapatkan dukungan berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan). Bantuan Alsintan itu, untuk membantu proses pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Dukungan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi, sekaligus mengurangi beban dan biaya operasional yang harus ditanggung oleh para petani.
Selain dukungan terhadap sarana produksi pertanian, juga disiapkan Gudang Ketahanan Pangan di eks Puskesmas Sembalun, dengan luas lahan sekitar 1.006 meter persegi. Keberadaan gudang tersebut, diharapkan dapat menjadi sarana pendukung dalam penyimpanan dan pengelolaan hasil pertanian. Sehingga dapat memperkuat sistem ketahanan pangan, serta mendukung keberlanjutan program pengembangan komoditas bawang putih di wilayah NTB.
“Kami berharap, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, dapat terus ditingkatkan sehingga program pengembangan bawang putih dapat berjalan secara berkelanjutan. Memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani, turut serta mendukung tercapainya ketahanan dan swasembada pangan nasional,” ucapnya.
Selaku Kasatgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional, Kakorbinmas Polri, Irjen Pol. Mardiyono, dalam laporannya menjelaskan, program ketahanan dan swasembada pangan ini, merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yang menjadi salah satu prioritas nasional. Dalam pelaksanaannya, Polri hadir sebagai fasilitator, stabilisator, dan penghubung dalam mendukung masyarakat, khususnya para petani, guna meningkatkan produktivitas serta mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Polda NTB memberikan kontribusi yang signifikan, khususnya melalui pengembangan lahan pertanian bawang putih di wilayah Sembalun, dengan luas sekitar 120 hektare. Dengan luas lahan tersebut, diproyeksikan potensi hasil produksi mencapai sekitar 1.200 ton, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, terhadap peningkatan produksi bawang putih, sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap petani, telah diberikan bantuan sarana dan prasarana berupa alat dan mesin pertanian, yakni 90 unit hand tractor, 17 unit pompa air, serta 3 unit pompa air bertenaga surya,” jelasnya.
Adanya dukungan sarana pertanian tersebut, diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga dapat mengurangi beban operasional petani, meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, serta mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para petani, dalam mengoptimalkan proses pengolahan lahan, pengairan, dan pemeliharaan tanaman sehingga hasil produksi dapat meningkat secara optimal,” terangnya.
Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo, mengatakan, sesuai dengan mandat dan arahan Presiden, Polri terus berkomitmen untuk mendukung dan meningkatkan program swasembada pangan nasional, khususnya melalui peningkatan kualitas serta produktivitas hasil pertanian. Dalam hal ini, Sembalun diharapkan dapat menjadi salah satu sentra utama, pengembangan komoditas pertanian khususnya bawang putih, yang tentunya menjadi kebanggaan bagi NTB. Sekaligus dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian ketahanan pangan nasional.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Satgas Pangan, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama dan bersinergi dengan kelompok tani (Poktan) dalam mendukung pelaksanaan program swasembada pangan. Seluruh niat, usaha, dan tekad yang telah dilakukan bersama, diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, dengan adanya penambahan dan penguatan fasilitas serta alat-alat pertanian, diharapkan dapat membantu para petani dalam meningkatkan kualitas proses produksi. Meningkatkan hasil panen secara optimal, serta meningkatkan produktivitas pertanian.
“Pada akhirnya, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif, terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, khususnya para petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegas Listyo.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada Kapolri beserta Satgas Pangan, atas langkah-langkah strategis serta kerja keras yang telah dilakukan, dalam mendukung dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Komisi IV memiliki tugas dan tanggung jawab, dalam mendukung serta mengawal sektor ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, keterlibatan Polri melalui berbagai langkah strategis di bidang ketahanan pangan, merupakan bentuk sinergi yang positif dan patut mendapatkan apresiasi.
“Hal yang tidak kalah penting dalam pelaksanaan program swasembada pangan, memastikan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran para petani,” ketusnya.
“Keberhasilan swasembada pangan tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi secara nyata kepada petani, serta memperkuat sentra-sentra produksi pertanian yang telah ada,” sambung Titiek.
Lebih jauh diungkapkan, yang perlu diperhatikan aspek penyerapan hasil produksi, tata niaga, serta ketersediaan pasar, agar hasil pertanian dapat terserap secara optimal.
“Dengan adanya kepastian penyerapan dan tata niaga yang baik, diharapkan dapat memberikan ruang dan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga kegiatan produksi pertanian dapat terus berjalan, berkembang, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (gl)

Komentar