TERIMA : Masyarakat penerima manfaat bantuan Mahyani dan Gerobak serta modal usaha, yang merupakan program BAZNAS Lombok Timur. 


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, menyerahkan 73 Unit Rumah Layak Huni (Mahyani) dan 20 Unit gerobak. Selain itu, memberikan bantuan modal usaha. Proses penyerahan pada penerima manfaat, di Pendopo Bupati Lombok Timur, (8/1/2026).

Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menjelaskan, dari 73 Unit Mahyani, sebanyak 50 unit diantaranya bersumber dari dana bagi hasil serta zakat Bank NTB Syariah, dan 23 unit rehab rumah dari BAZNAS Lombok Timur. Sedangkan penerima bantuan gerobak, juga di topang bantuan modal usaha Rp 1,5 juta, guna memperkuat ekonomi masyarakat.

"Ini bagian dari bentuk pertanggungjawaban lembaga BAZNAS dalam menjalankan amanah umat,"katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, mengatakan, menuturkan bagaimana perjuangannya bersama Bupati sebelumnya yakni H Moch Ali Bin Dachlan, dalam pembangunan Baznas. Banyak tantangan yang masih dihadapi Baznas, terutama dalam hal penyediaan Mahyani. 

"Masih ada sekitar 20 ribu unit rumah tidak layak huni di Lombok Timur. Kami pun juga terus secara masif melakukan lobi-lobi ke Pusat, agar rumah tidak layak huni ini teratasi,"tegasnya.

Pada momen itu, orang nomor satu di Lombok Timur ini, memaparkan sejumlah keberhasilan program strategis nasional di Lombok Timur, di antaranya program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di wilayah Ekas. Namun, yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat adalah proyek SPAM Pantai Selatan.

Kedepan, sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin baik dengan Pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah pusat, dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

"Kerja sama atau sinergi menjadi kunci utama dalam mengakselerasi pembangunan daerah, serta memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat luas,"lugasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Provinsi NTB TGH. Lalu Muhyi Abidin, menekankan NTB berhasil dalam pengelolaan zakat, tidak lepas dari peran aktif semua kepala daerah. Muhyi menilai, Bupati Lombok Timur telah menjalankan tugas sebagai pemimpin sejati, dalam mendorong kesadaran berzakat di seluruh lapisan masyarakat.

Ia pun mengajak masyarakat, untuk tidak menunda dalam berbuat kebaikan, termasuk menunaikan zakat, Infak, dan sedekah (ZIS). Dalam menyalurkan ZIS, tidak harus menunggu kaya atau saat kebutuhan pribadi telah tercukupi, melainkan sebuah kewajiban religius untuk membentuk jiwa yang peduli.

"Saat ini pola kolaborasi dengan BUMD seperti Bank NTB Syariah masih dibagi secara tradisional, BAZNAS berkomitmen terus mengevaluasi dan meningkatkan sistem program agar lebih efektif di masa mendatang. Dengan sinergi yang kuat pemerintah dan lembaga zakat, diharapkan masalah kemiskinan ekstrem di Lombok Timur dapat tuntas lebih cepat,"pungkasnya. (gl)