TERIMA : Bupati Lombok Timur didampingi Wabup dan Sekda, menerima perwakilan APP Lombok Timur.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, menegaskan semua kinerja kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian (Kabag) dan jajaran serta Staf Khusus (Stafsus), tidak luput dari penilaian dan evaluasinya. Tak terkecuali Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) tak luput dari sorotannya. Sehingga, nama Kadispar masuk diantara sejumlah nama yang di proses ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Silahkan di cek ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), nama kepala dinas pariwisata, sudah dalam proses ke BKN,”tegas H Haerul Warisin, Bupati Lombok Timur, menjawab aspirasi perwakilan Aliansi Peduli Pariwisata (APP) Lombok Timur, di Pendopo Bupati (23/1/2026).

Kembali Bupati menegaskan, untuk memindahkan pejabat terutama eselon dua, tentu harus melalui proses pengajuan ke BKN. Mutasi tidak lagi semudah saat ia menjabat tahun 2013 lalu, namun sekarang harus melalui proses usulan dan menunggu persetujuan BKN. Sehingga meminta untuk bersabar sembari menunggu proses di BKN. 

“Intinya, kelir masalah kepala dinas pariwisata. Kami juga melihat pariwisata kita tidak ada kemajuan,”lugasnya.

“Sama dengan salah satu stafsus, setelah kita nilai saya bilang tidak cocok di bidang yang diemban, akhirnya dia mengundurkan diri,”tambah Warisin.

Bupati menyebutkan, ia mengaku senang ada mahasiswa atau masyarakat yang melakukan aksi unjukrasa. Karena itu bagian dari cara kepedulian mahasiswa atau pun masyarakat, menyampaikan aspirasi pada pemerintah daerah. Namun di ingatkan-nya, ketika menyampaikan aspirasi pada publik, hendaknya dilakukan secara santun, tidak mengedepankan arogansi, tidak merusak fasilitas pemerintah dan tidak boleh membongkar aib seseorang di muka publik. 

Bahkan kata Warisin, ia pun minta di demo terutama soal mengapa hari ulang tahun lombok timur tidak ada di peringati. Jika ada aksi unjukrasa soal ulang tahun lombok timur, maka itu menjadi dasar akan mengumpulkan semua tokoh yang ada untuk diminta pendapat, sehingga jelas apakah peringatan hari ulang tahun lombok timur bulan Desember atau Bulan Agustus. Sebab selama ini, ketika ulang tahun lombok timur diperingati, selalu menjadi perdebatan.

“Kami minta dukungan masyarakat atau pun mahasiswa, untuk kemajuan Lombok Timur, karena saya tidak ada kepentingan di Lombok Timur, selain mengabdikan diri untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur,”lugasnya.

Kaitan dengan aspirasi adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) di sejumlah destinasi wisata termasuk di Pusuk Sembalun, orang nomor satu di Lombok Timur ini, menyilahkan mahasiswa atau pun masyarakat yang memiliki data atas dugaan tersebut, melaporkannya pada Aparat Penegak Hukum (APH). Karena bila itu perbuatan Pungli, jalurnya sudah jelas ke APH. 

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyebutkan bahwa pihaknya sebagai Bupati tidak akan pernah membedakan organisasi mahasiswa atau LSM yang satu dengan lainnya, lembaga yang satu atau lainnya. Semua diperlakukan sama secara adil. Bicara hibah, juga tetap diberikan secara adil. Baginya, tidak ada menganaktirikan apalagi membuat anak emas, melainkan semua diperhatikan sama secara berkeadilan.

“Saya prihatin dengan adanya mahasiswa yang terluka saat aksi unjukrasa waktu lalu,”pungkasnya seraya perintahkan Sekretaris Daerah (Sekda), mengurus bantuan biaya pengobatan mahasiswa yang mengalami luka-luka pada saat aksi di kantor Bupati. (gl)