![]() |
| TINJAU : Bupati Lombok Timur didampingi Kalakhar BPBD Lombok Timur, meninjau progress pembangunan jembatan Bailey milik Kodam IX Udayana, di Kokok Aik Beta Desa Perigi. |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Pemasangan material jembatan Bailey milik Komando Daerah Militer (Kodam) IX Udayana, sebentar lagi rampung. Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, pun turun ke lokasi, memastikan progres pemasangan jembatan bailey di Kokok Beta menghubungkan Desa Perigi dan Puncak Jeringo, (12/1/2026)
Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, pada awak media, mengatakan, perakitan jembatan itu sudah memasuki tahap akhir dan hampir rampung. Saat ini, jembatan Bailey itu masih memerlukan penyempurnaan, sehingga jembatan tersebut bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Mengingat jembatan itu akses vital pendidikan dan menjadi bagian dari jalur urat nadi perekonomian masyarakat kedua Desa.
“Belum seratus persen rampung, masih harus finishing dulu seperti penimbunan, diratakan dan termasuk membuat tangga, agar akses masyarakat ke sungai lebih mudah,”katanya.
Disebutkan, kendati masa waktu pemanfaatan jembatan Bailey hanya dalam kurun waktu sekitar satu tahun, namun pihaknya pemerintah akan tetap berupaya keras dalam kurun waktu setahun itu anggaran pembangunan jembatan permanen tersedia.
“Ya kita berharap sebelum satu tahun sudah ada anggaran untuk kita gunakan membangun jembatan Kokok Beta. Sehingga kalau memungkinkan, tahun 2027 sudah bisa kita bangun permanen,”tegasnya.
“Kondisi infrastruktur yang terdampak bencana banjir, sudah kita laporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),”tambah orang nomor satu di Lombok Timur ini.
Ia menyebutkan, sepanjang aliran sungai Kokok Beta, hampir setiap tahun kerap menimbulkan bencana banjir. Termasuk, disepanjang aliran sungai Kokok Tanggek Mamben, dan Lendang Nangka Kecamatan Masbagik. Kerusakan terjadi karena intensitas curah hujan cukup tinggi.
“Langkah penanganan seperti normalisasi sungai harus dilakukan guna mencegah banjir. Demikian juga kita harus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Sebab jalan ini kebutuhan dasar masyarakat, untuk akses perekonomian, pendidikan dan kesehatan,”tandasnya.
Ia berharap pada jajarannya, bila di satu wilayah terjadi longsor kecil, harus ditangani segera. Terlebih itu bila longsor kecil tersebut berpotensi meluas. Jangan sampai, tindakan baru diambil setelah dampak besar ditimbulkan akibat longsor yang awalnya dinilai kecil tersebut.
“Penanganan pra bencana (mitigasi, red) dan pasca bencana harus berjalan beriringan. Jangan tunggu kejadian dulu baru melakukan penanganan,”lugasnya.
Pada kesempatan itu, Sahrim, warga Dusun Aik Beta Desa Perigi, mengaku bersyukur Bupati Lombok Timur mengambil langkah cepat membangun jembatan darurat, agar aktivitas perekonomian masyarakat bisa kembali normal. Apalagi sebelumnya, sebelum jembatan Bailey dibangun, aktivitas masyarakat harus memutar jauh, jika ingin pergi ke Desa Puncak Jeringo.
“Alhamdulillah kami sangat senang, sekarang anak-anak bisa sekolah, kami bisa pergi ke masjid, pasar dan lainnya, karena akses menjadi sangat dekat. Terima kasih kepada Bupati, kepala desa, camat, dan semua pihak. Jembatan ini sudah lama kami tunggu,” tutup Sahrim. (gl)




Komentar