BERIKAN : Bupati Lombok Timur bersama Wabup serta Baznas, secara simbolis memberikan insentif pada perwakilan guru TK, Paud dan KB.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, mendistribusikan bantuan insentif terhadap terharap Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), pada satuan Pendidikan TK, Paud dan KB. Insentif diberikan berdasarkan standar Bantuan Operasional Sekolah (BOS), di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, (21/1/2026).

Ketua Baznas Lombok Timur, H Muhammad Kamli, mengatakan, pendistribusian insentif terhadap GTT dan PTT pada satuan pendidikan TK, Paud dan KB merupakan tahap pertama dilakukan Baznas di tahun 2026 ini. Tahap pertama ini bisa mengakomodir 1.346 GTT dan PTT TK, Paud dan KB berasal dari 326 lembaga pendidikan yang ada di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Terara, Sakra Barat, Sakra, Sakra Timur, Keruak, Jerowaru dan Kecamatan Labuhan Haji. Pada tahap berikutnya nanti, untuk 14 Kecamatan. Pendistribusian dilakukan per semester atau enam bulan sekali.

“Tahap pertama Baznas menggelontorkan Rp 440 juta. Insentif ini bentuk kepedulian Baznas serta Bupati dan Wakil Bupati terhadap guru TK dan Paud,”katanya.

Kamli menyebutkan, sejak tahun 2025 lalu Baznas telah menyalurkan bantuan insentif pada guru honorer di semua jenjang pendidikan, yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Termasuk insentif tahun 2025 lalu, tahun ini juga akan diberikan terhadap guru RA, MTs, dan MA yang berada dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur. Dibawah Kemenag sudah 2500 guru lebih yang sudah tersalurkan, tinggal satu tahapan untuk guru dibawah Kemenag.

“Sudah disalurkan pada guru yang mengabdi dibawah Dikbud, 3700 guru lebih dengan anggaran Rp 1 miliar lebih. Kalau secara keseluruhan 2025 yang sudah di eksekusi untuk guru sekitar Rp 11 miliar lebih,”tandasnya. 

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, mengapresiasi guru TK, Paud dan KB yang penuh dengan keikhlasan mendidik calon generasi lombok timur. Dikatakan, tidak pernah ada terjadi kasus kekerasan di institusi TK, Paud atau pun KB yang dilakukan guru terhadap murid, kemudian viral dalam Media Sosial (Medsos) atau pun masuk ke ranah hukum, karena mencubit muridnya. Dan tidak ada dalam sejarah sesabar guru TK, Paud dan KB dalam mengajar muridnya. 

“Itu yang kita syukuri, tidak pernah ada dalam sejarahnya ada guru TK, Paud atau KB, masuk ranah hukum karena mencubit muridnya. Karena guru TK, Paud dan KB itu sangat sabar dalam mengajar,”ucapnya.

Kata Warisin, paling lama guru TK, Paud atau pun KB mengajar dari pukul 8.00 Wita sampai pukul 11.00 WIta. Berarti masih ada sisa waktu setengah hari untuk mencari nafkah di bidang lain. Artinya menjadi guru, Allah sudah mencatatnya bahwa ini adalah pahlawan yang memberikan ilmu pada anak didik yang sangat dasar dan bawah. Anak ini akan memiliki kecerdasan dan akhlak baik, diawali dari guru TK Paud dan KB. Termasuk cara bergaul, berbahasa dan menghadapi teman. Karena itu guru paling berani adalah guru TK, Paud dan KB. 

“Yang penting sebagai pemerintah sangat berharap, kedepan menjadi orang yang sukses. Kita tidak tahu perkembangan pemerintahan kedepan. Dulu tidak ada PPPK yang ada PNS dan honorer. Tiba-tiba muncul aturan PPPK, dan muncul PPPK paruh waktu, siapa tahu guru TK dan Paud ada PPPK 4 jam. Yang penting berusaha dan mengabdi untuk masyarakat,”pungkasnya seraya memberikan apresiasi tinggi pada guru, telah membantu pemerintah mendidik anak-anak sehingga kedepan menjadi anak didik yang memiliki ilmu, pandangan baik dan sebagainya. (gl)