WASPADAI : TPID Lombok Timur secara virtual mengikuti Rakor pengendalian inflasi, dan mendengarkan arahan Mendagri dan kementerian lainnya.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lombok Timur, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H Muhamad Tito Karnavian, menegaskan semua daerah mewaspadai fluktuasi harga pangan jelang ramadan. Rakor di ikuti secara virtual, dari Command Center Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Lombok Timur, (27/1/2026).

Rapat koordinasi tersebut, dipimpin langsung oleh Mendagri, dan di ikuti seluruh pemerintah daerah se-Indonesia.

Menteri Dalam Negeri, H Muhamad Tito Karnavian, menegaskan, pengendalian inflasi harus terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas ekonomi, sosial, serta daya beli masyarakat. 

"Inflasi menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas harga barang dan jasa, khususnya komoditas kebutuhan pokok jelang Ramadan,"ucapnya. 

Lanjutnya, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional secara tahun ke tahun (year on year) pada Desember 2025, tercatat sebesar 2,92 persen. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas 3,5 persen, namun mendekati batas psikologis 3 persen sehingga perlu diwaspadai oleh seluruh daerah.

Sementara itu, berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu ke-3 Januari 2026, Lombok Timur mencatatkan penurunan IPH sebesar -2,91 persen, dan berada di peringkat ke enam di Provinsi NTB. Sementara pada Minggu ke empat Januari 2026, IPH Lombok Timur kembali mengalami penurunan yang lebih dalam, yaitu sebesar -4,03 persen, dan tetap berada di peringkat ke-6 di Provinsi NTB. 

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan IPH ini, masih didominasi oleh cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Komoditi cabai rawit sebagai komoditas yang paling berpengaruh terhadap fluktuasi harga. Hal ini, menjadikan Lombok Timur sendiri berada di urutan ke-290 dari 360 kabupaten/kota pada Minggu ke empat Januari 2026.

"Meskipun indeks perkembangan harga Lombok Timur menunjukkan tren penurunan, TPID Lombok Timur harus tetap mewaspadai potensi fluktuasi harga menjelang Ramadan, khususnya pada komoditas pangan strategis,"terangnya mengingatkan. 

Mendagri mengajak seluruh pemerintah daerah, untuk memperkuat koordinasi dan melakukan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga.

“Kalau suplai kurang, kita tambah. Kalau distribusi macet, harus kita dorong. Ini membutuhkan dukungan semua pihak agar inflasi tetap terkendali,” tegas Mendagri.

Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan, harga bawang putih secara nasional mulai menunjukkan tren kenaikan. 

"Hingga minggu ke empat Januari 2026, sebanyak 208 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga bawang putih, dengan harga nasional berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP),"lugasnya.

Sejalan dengan arahan Mendagri, TPID Lombok Timur terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, untuk menjaga kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta stabilisasi harga pangan di tingkat masyarakat. (gl)