![]() |
| H. Haerul Warisin |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Sembalun menjadi perhatian serius Menteri Pertanian, dijadikan sebagai pusat benih bawang putih. Komoditi bawang putih Sembalun, memiliki karakter tersendiri dan berbeda dengan bawang putih lainnya. Sehingga sembalun menjadi pusat perbenihan bawang putih.
"Bawang putih Sembalun tidak untuk konsumsi, tapi fokus untuk perbenihan. Dimana pun ditanam akan hidup baik, terlebih tidak banyak penyakit yang menyerang bawang putih Sembalun. Berbeda dengan bawang putih luar daerah,"tegas H Haerul Warisin, Bupati Lombok Timur, (18/2/2026)
Penuturan histori bawang putih Sembalun, disebutkan Warisin bahwa bawang putih Sembalun pertama kali bukan dibawa orang Cina. Melainkan dibawa pada zaman kolonial Belanda, tepatnya sekitar abad 20.
"Banyak yang mengira bawang putih Sembalun pertama kali berasal dari Cina. Itu salah, tapi asal pertama dari kolonial Belanda,"tegas Warisin, yang juga pensiunan penyuluh pertanian itu.
Demi mewujudkan Lombok Timur sebagai pemasok benih bawang putih, guna mengurangi ketergantungan impor bawang putih nasional, ia meminta Kepala Dinas Pertanian, melakukan Cek Petani dan Calon Lokasi (CPCL) di wilayah Kecamatan Suela, Sikur, Wanasaba, dan Kecamatan Masbagik. Beberapa kecamatan yang berada dibawah lereng gunung Rinjani itu, direncanakan menjadi tempat penanaman bawang putih.
"Kita secara nasional import bawang putih Rp 13 triliun per tahun. Kalau kita di bantu Rp 1 triliun saja dari angka 13 triliun itu untuk harga benih dan sebagainya, kita jamin akan menghasilkan bawang putih yang luar biasa,"tegasnya lagi
Lebih jauh diungkapkan, Indonesia akan swasembada bawang putih, bila areal tanam bawang putih mencapai 100 ribu hektare. Sedangkan untuk wilayah Sembalun, jika saja luas tanam bawang putih mencapai 10 ribu hektare, kemudian rata-rata menghasilkan 20 ton per hektare, maka petani bawang putih bisa di hitung pendapatannya yang cukup besar.
"Peluang ini harus kita maksimalkan. Untuk penanaman bawang putih, CPCL harus kelir,"perintahnya pada kepala dinas pertanian Lombok Timur. (gl)

Komentar