![]() |
| ARAHAN : Bupati Lombok Timur, memberikan arahan dalam safari ramadan perdana di Masjid Jami' Ali Jabir Desa Toya Kecamatan Aikmel. |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, menggelar sapari ramadan perdana di masjid Jami' Ali Jabir Desa Toya Kecamatan Aikmel Lombok Timur, (23/2/2026).
Bupati juga memberikan bantuan berupa uang tunai, pada pengurus Masjid Jami' Ali Jabir yang diterima TGH. Safwan.
Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, mengatakan, safari ramadan di Masjid Jami' Ali Jabir ini merupakan pertama. "Bulan ramadan penuh berkah dan bulan ampunan, semoga kita diberikan keberkahan dan ampunan oleh Allah,"kata Warisin.
Bupati menegaskan, terutama pada tahun pertama pemerintahan diakuinya terkesan kurang turun ke masyarakat. Ia sebenarnya tak ingin untuk tidak terus mengunjungi masyarakat. Apalagi hanya mengunjungi masyarakat pada saat ada musibah juga tak di inginkan. Meski pun penting juga hadir pada saat jumatan bersama, saat hari besar Islam di undang.
"Tapi di satu tahun pertama, memang tidak ada undangan saya hadiri. Insya Allah di tahun kedua ini, akan banyak bersama masyarakat,"ucapnya.
Selama ini lanjut Warisin, karena perubahan kebijakan dilakukan oleh pemerintah pusat, ditambah anggaran Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur tahun 2025 di potong Rp 402 miliar lebih. Kemudian kalau tidak dikejar uang yang dipotong itu ke pusat, ditegaskan sangat bersalah sebagai Bupati.
"Satu tahun itu saya gadaikan diri bolak balik Jakarta jemput program,"tegasnya.
Ia mengungkapkan, pada Tahun 2025 lalu dua kali membuat surat ke Kemenkes, agar keluh kesahnya di terima, tentang masyarakat Lombok Timur terbanyak di NTB dan paling banyak rumah sakit, namun paling banyak kekurangan Alkes.
"Alhamdulillah tanggal 4 Maret nanti baru saya di undang Kemenkes ke Jakarta, untuk menyampaikan keluh kesah pada Kemenkes setelah dua kali bersurat. Tidak bisa diwakilkan orang lain, untuk bertemu Kemenkes,"bebernya.
Sampai saat ini masih terus menjemput program pemerintah pusat untuk dibawa ke daerah. Bagaimana pun sekarang ini, menjadi Bupati cukup berat dibandingkan periode sebelumnya. Dulu Dana Alokasi Khusus (DAK) tinggal di rencanakan, namun sekarang sudah tidak ada di tarik semua ke pusat. Sehingga semua Bupati se Indonesia datang ke Kementerian, untuk minta program.
Namun disyukurinya, jatah Pupuk sudah banyak dan harga juga turun. Itu disyukuri karena pupuk tersebut sangat dibutuhkan petani, sebagai bagian dari sumber penghidupan karena masyarakat Lombok Timur sebagian besar petani. Tapi diluar itu, bagaimana dengan kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial dan lainnya, sehingga tidak bisa tidak dicari dan semua di Jakarta.
"Sekarang jalan kita bangun dengan anggaran Rp 250 miliar. Jadi tidak ada Bupati yang tega melihat jalan rusak dan dilewati rakyat. Tapi kemampuan anggaran kita terbatas sehingga harus bersabar,"lugasnya.
"Jangan sedikit dikit ketika telat dilayani lalu aksi unjukrasa, meski boleh demo sebagai cara mengingatkan pemerintah,"tambah Warisin.
Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Lombok Timur ini, juga memaparkan sejumlah gebrakan lainnya, untuk kesejahteraan masyarakat. Termasuk beberapa keberhasilan Lombok Timur, yang mengantarkan daerah ini berhasil meraih delapan penghargaan nasional dan hadiahnya digunakan untuk membangun daerah.
"Banyak penghargaan kita raih, tapi secara pisik hasil kami bekerja memang belum kelihatan. Itu sebabnya kami terus gencar bangun infrastruktur jalan, termasuk perjuangan sektor kesehatan, pendidikan dan lainnya, yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat Lombok Timur,"pungkasnya. (gl)

Komentar