![]() |
| H. Haerul Warisin |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, mendapat kabar PT. Energi Selaparang mengaku merugi hingga Rp 220 juta. Kabar itu, langsung di konfirmasinya. Meski mengaku merugi, Bupati tidak terima kendati PT. Energi Selaparang memberikan berbagai alasan.
Saat ditanya kerugian di derita PT. Energi Selaparang, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, (4/3/2026) menjelaskan, PT. Energi Selaparang mengaku merugi sekitar Rp 220 juga karena bahan baku seperti gelas, pipet, botol sudah mendekati ekspayet, berdebu dan lainnya. Kalau digunakan bisa memicu orang tidak sehat dan sebagainya. Sehingga disarankan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, sarankan untuk di musnahkan.
"PT. Energi Selaparang bilang rugi, saya tetap tidak terima karena salahnya tidak lapor pada Bupati,"tegasnya.
"Sebenarnya kalau berdebu, tinggal dibersihkan atau di vacum, kan ada alatnya. Nanti itu digunakan, salurkan di internal (pemerintah daerah), jangan di jual ke toko-toko. Kalau ke internal kan cepat habis airnya,"tambah Bupati.
Dengan tegas, jika PT. Energi Selaparang akan merugi, itu tandanya bodoh karena Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) sudah jalan. Kalau pun misalkan dari sisi hasil penjualan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ada hambatan, masih bisa ditutupi oleh keuntungan SPBN. Bisa dibayangkan, satu SPBN minimal dapat keuntungan Rp 33 juta per bulan.
Kalau dua SPBN, maka keuntungannya bisa dilihat. Artinya, dalam satu tahun dari dua SPBN itu, bisa memperoleh keuntungan Rp 790 juta lebih. Dengan jumlah pegawai yang sedikit, ditambah operasional dan ngaji karyawan, tentu sisa dari pendapatan itu masih banyak. Itu sebabnya menggebu-gebu saat di Ekas Buana, mengajukan pada menteri agar dibangun SPBN.
Kalau kuota di berikan Pertamina bagus, maka keuntungan bisa miliaran. Sehingga kembali menekankan, para pengelola perusahaan daerah, tidak menggunakan pola lama. Bupati juga meminta Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi, harus memperhatikan semua perusahaan daerah tersebut.
"Kalau melihat jumlah pegawai PT. Energi Selaparang dan sumber pendapatan yang ada, tidak akan rugi. Dimana bisa merugi, dan bodoh namanya kalau rugi,"tegasnya lagi seraya mengingatkan, jangan menggunakan pola-pola lama dalam mengelola PT. Energi Selaparang. (gl)




Komentar