![]() |
| SERAP : Wakil Bupati Lombok Timur, menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Keruak. |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Wakil Bupati Lombok Timur H Moh. Edwin Hadiwijaya, mengemas safari ramadan dengan berdialog bersama masyarakat Kecamatan Keruak Lombok Timur. Safari ramadan dalam bentuk dialog itu, di Masjid Nurul Iman Desa Selebung Kecamatan Keruak Lombok Timur, (4/3/2026).
Safari ramadan ini, Kepala Desa Selebung, Ratnawang, bersama sejumlah tokoh masyarakat, menyampaikan aspirasi, mulai infrastruktur jalan, pertanian, hingga urusan insentif Marbut dan guru ngaji. Salah satu infrastruktur jalan yang disampaikan, jalan Kabupaten dari Pengoros menuju Keruak. Jalan dari Pengoros menuju Keruak, merupakan jalur yang aktif dipakai untuk perkonomian dan jalur alternatif manakala kecamatan Keruak padat dengan kegiatan.
Termasuk masalah banjir di Bintang Oros yang sering terjadi dan bahkan menjadi langganan banjir, karena jembatan yang terlalu rendah dengan dasar sungai. Yang menjadi aspirasi masyarakat, juga berkaitan dengan air PDAM yang dinilai selalu kotor mengalir di wilayah Keruak. Padahal harusnya PDAM mengalirkan air bersih.
Menjawab berbagai aspirasi tersebut, Wakil Bupati Lombok Timur, H Moh. Edwin Hadiwijaya, mengatakan, pemerintah daerah telah diwakili Camat. Sehingga pihaknya memilih berdialog dengan kepala desa dan masyarakat, karena ia merasa masalah ditingkat bawah berbeda beda. Selain itu, ada bekal dibawa pulang sebagai pijakan merumuskan kebijakan berikutnya, untuk dilakukan perbaikan.
"Tidak cukup kita hanya menyampaikan informasi apa yang telah dilaksanakan selama satu tahun ini. Masih banyak lagi waktu memperbaiki, membenahi dan menerima masukan dari masyarakat,"terangnya.
Kaitan dengan infrastruktur jalan, Kecamatan Keruak mendapat satu ruas jalan hotmix melalui program percepatan, sepanjang 1,4 Km. Pekerjaan tersebut masih sedang berproses. Kalau masalah air PDAM, Bupati telah memerintahkan Direktur Utama PDAM, menambah volume air yang didistribusikan ke selatan melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan.
"Insya Allah soal infrastruktur jalan, karena masih ada waktu, mudahan kedepan bisa terselesaikan. Kemudian masalah air, mudahan air ke selatan tidak lagi kotor,"jawabnya.
Salah satu program pemerintah pusat yang sedang dikawal Pemerintah Daerah, ialah Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Masih banyak pemerintah desa belum mulai membangun KDKMP, karena terkendala ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan. Disisi lain, sampai saat ini belum mengarah pada kebijakan pembebasan lahan, karena ketiadaan regulasi yang membolehkan pengadaan atau pembebasan lahan diluar pemerintah desa tersebut.
"Kaitan dengan aspirasi berupa insentif Marbut, insya Allah tetap diberikan,"pungkasnya. (gl)




Komentar