![]() |
Para arsitek yang masuk dalam lima besar, mengikuti penilaian penentuan juara di ruang rapat bupati. |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Lima finalis sayembara desain gedung serbaguna, beradu desain di depan lima juri. Para finalis itu, merupakan arsitek dari berbagai provinsi di Indonesia. Finalis tersebut, berebut juara satu di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur, (10/6/2026)
H Achmad Dewanto Hadi, mengatakan, sampai hari ini sayembara gedung serbaguna (MICE) sudah pada tahapan akhir, melaksanakan semua proses sejak awal uji kelayakan, menentukan lima kandidat sebagai pemenang juara pertama, kedua dan ketiga.
"Bupati sebagai juri agung mendapat kesempatan dan ruang, memilih rancangan kelima kandidat. Setelah juara keluar, selanjutnya ditindaklanjuti dengan penyusunan DED,"katanya.
"Secara aktual mudahan ground breaking akhir Oktober atau awal november nanti, bersamaan hari ini juga mulai lelang konsultan perencana dan lelang konstruksi, sehingga berharap akhir atau awal November pembangunan sudah mulai,"tambah Dewanto.
Gedung serbaguna ini ucapnya, bagian dari cita-cita Bupati, bahwa Lombok Timur sebagai daerah yang mempunyai kapasitas dan kompetensi di NTB, belum memiliki tempat representatif. Lokasi gedung serbaguna sangat strategis, mengingat ini sudah didambakan masyarakat. Terlebih dari studi kelayakan yang pernah dilakukan, rata-rata masyarakat menginginkan gedung serbaguna itu, karena disamping kebutuhan masyarakat juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Saat MICE terwujud, kelembagaan yang mengelola dibuat khusus, tidak lagi di titip di OPD,"imbuhnya.
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) NTB, Lalu Agus Supriadi, menyebutkan, sayembara ini memberikan kesempatan pada arsitek, tidak hanya menuangkan ide dan gagasan, tapi berpartisipasi pembangunan salah satu infrastruktur di Lombok Timur. Jumlah peserta sayembara yang mendaftar, sebanyak 320 peserta.
"Seingatnya saya ini terbesar skala nasional. Dari 300 peserta itu, 117 peserta yang mengirim karya, dari 15 Provinsi. Sayembara ini bentrok dengan sayembara di Gorontalo,"ujarnya.
Namun begitu lanjutnya, apa pun itu dan siapa pun yang terpilih dari salah satu desain, akan menjadi ikon Lombok Timur dan akan berdampak pada sektor lain yakni pendidikan, pariwisata dan sebagainya.
"Mungkin gedung serbaguna ini akan mengurangi iring iringan ke Mataram untuk acara wisuda, karena kapasitas gedung direncanakan 2000 orang. Area luar Ruang Terbuka Hijau (RTH) bisa menampung lebih dari itu, taman indah dan penunjang lainnya,"ketusnya.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, saat membuka final sayembara desain gedung serbaguna (MICE) mengatakan, memang Lombok Timur sudah memiliki gedung dharma wanita yang dibangun sejak 30 tahun lalu. Namun demikian, gedung itu tak pernah ada direhab. Sedangkan kebutuhan masyarakat di era ini, sangat membutuhkan gedung serbaguna. Dasar itu, Pemerintah Daerah (Pemda) hadir merencanakan pembangunan gedung ini.
"Kita memang memiliki beberapa budaya, peresean dan sebagainya, punya tempat yang dibanggakan seperti Rinjani di utara dan pantai Pink di selatan, itu semua bisa menjadi simbol dalam desain gedung serbaguna,"katanya.
Disebutkan, pembangunan gedung serbaguna ini, bagian dari salah satu bukti nyata Lombok Timur mulai merangkak untuk kemajuan, selain memperhatikan pembangunan pedesaan. Dari itu, pihaknya memberikan apresiasi terhadap semua arsitek yang ikut berpartisipasi dalam sayembara ini.
"Mudahan yang terpilih sesuai dengan apa yang menjadi ikon Lombok Timur. Karena bagaimana pun akan dipertanyakan nanti oleh masyarakat. Contoh seperti kantor Bupati ini ikon budaya. Kita berharap ikon itu masuk dalam desain arsitek. Sebagai Pemerintah Daerah ingin menampilkan dan mendapatkan yang terbaik,"pungkasnya. (gl)

Komentar