Wakil Bupati mengajak masyarakat jangan manjakan anak dengan Hp, tapi mulai biasakan baca buku.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tanggal 23 Juli. Kegiatan ini, di gelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur, mengusung tema "Petualangan Dunia Literasi Anak (Pelita)". Sekarang ini, anak-anak sejak dini justru dimanjakan bermain handphone, dibandingkan baca buku. Artinya, harus dibiasakan anak membaca buku, bukan melihat handphone. Dinas perpustakaan dalam HAN itu, menghadirkan perwakilan 15 TK dan sekolah lainnya, (23/7/2026)

Peringatan HAN dilakukan DPK, mengusung konsep bermain, belajar, dan bergembira di lingkungan perpustakaan. Kegiatan ini menjadi upaya DPK Lombok Timur, menanamkan budaya literasi sejak usia dini, sekaligus menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur, H Mugni, mengatakan, salah satu amanat Perpustakaan Nasional, mewujudkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan meningkatkan kegemaran membaca masyarakat, menjadi salah satu tugas utama dan bagian dari Indeks Kinerja Utama (IKU) yang harus dilaksanakan.  

Dari IKU itu, terdapat tujuh indicator, salah satunya ialah sosialisasi dan keanggotaan perpustakaan. Jadi bagaimana perpustakaan ini di sosialisasikan kepada masyarakat, dan mereka berkunjung ke perpustakaan. Selanjutnya, bagaimana menjadi anggota perpustakaan. 

“Perpustakaan itu baru dapat nilai bagus yakni akreditasi A, bila anggotanya minimal 2 persen jumlah penduduk. Jadi kalau Lombok Timur penduduknya 1,4 juta jiwa, maka 2 persen itu sekitar 80 ribu,”jelasnya.

Dalam rangka itu lanjut Mugni, pihaknya di DPK Lombok Timur, membuat kegiatan HAN, mengundang siswa TK dan lainnya. “Tujuan menghadirkan TK, agar mereka bergembira sambil bermain dan belajar. Nanti ada zona yang akan di ikuti,”ujarnya. 

Lebih jauh diungkapkan, untuk memaksimalkan layanan pada masyarakat dan meningkatkan jumlah kunjungan, DPK Lombok Timur menggunakan enam hari kerja (full day). Hasilnya, dalam kurun waktu empat bulan saja, telah terlampaui angka kunjungan yang diwajibkan RPJMD. Dari RPJMD yang diwajibkan, angka kunjungan dalam setahun sebanyak 9 ribu kunjungan, tapi tahun ini sampai dengan April saja, jumlah kunjungan meningkat menjadi 11 ribu pengunjung. 

“Tahun 2025, total kunjungan ke dinas perpustakaan dan kearsipan sebanyak 43 ribu pengunjung. Tahun ini kami yakni, akan melampaui tahun 2025. Tingginya lompatan jumlah pengunjung, juga salah satu faktor mendapat akreditasi A,”ketusnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur, H Moh. Edwin Hadiwijaya, mengatakan, sebelumnya peringatan HAN dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Namun peringatan HAN kali ini, ia ingin memadukan kegiatan yang tidak monoton pada satu tema saja.

“Kondisi sekarang, yang ditunjukkan Hp bukan buku. Kita harus mulai dari diri kita untuk mengajarkan dan membiasakan membacakan anak-anak buku,”tegas Wabup.

Dikatakan Edwin, dipusatkan-nya peringatan HAN di DPK, bukanlah keputusan yang diambil secara kebetulan, melainkan hasil perencanaan yang matang, dengan tujuan mengedepankan nilai-nilai literasi kepada masyarakat. Gagasan tersebut berawal dari diskusi santai di Pantai Kerakat. Itu kemudian berkembang menjadi konsep utama pelaksanaan HAN tahun ini. 

Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Human Library, sebuah konsep yang memungkinkan anak-anak dan masyarakat berinteraksi langsung dengan berbagai profesi, seperti dokter, pemadam kebakaran, anggota kepolisian, hingga pustakawan sebagai "buku hidup" yang membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka.

“Gerakan literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi program berkelanjutan di Lombok Timur,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Wabup menyoroti pentingnya literasi, sebagai salah satu upaya untuk melindungi anak-anak dari berbagai tantangan di era digital. Maraknya penggunaan handphone, harus di imbangi dengan budaya membaca dan aktivitas positif, agar anak-anak tidak terpapar dampak negatif layar secara berlebihan.

Wabup pada momen itu, selain mengingatkan penguatan literasi dengan berbagai isu prioritas daerah, juga menyingung berbagai langkah telah diambil, pencegahan perkawinan anak dan percepatan penurunan angka stunting. 

“Peningkatan kualitas literasi, akan berdampak pada meningkatnya pengetahuan Masyarakat, sehingga mampu mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas,”pungkasnya. (gl)