Bertemu 12 Petinggi Lembaga Negara

ist / gadalombok.co
LOKASI : Lokasi penanaman rumput laut dilakukan perusahaan menggunakan teknologi modern di Perairan Teluk Ekas, yang ditinjau Menko Marves belum lama ini.

LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Penjabat Bupati Lombok Timur (Lotim) NTB HM Juaini Taofik, menegaskan rasa bangganya dan mendapat kehormatan, diundang secara khusus  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Undangan khusus itu, untuk membahas masa depan Lombok Timur, tentang hilirisasi rumput laut Teluk Ekas Desa Ekas Kecamatan Jerowaru. Apalagi pada pertemuan itu, dipertemukan sejumlah menteri.

Menko Marves mempertemukan orang nomor satu di Lombok Timur ini, dengan Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Kelautan, Menteri Pertanian. Termasuk juga para direksi Bank Himbara dan lainnya. 

"Sebagai kepala daerah tentu sangat bangga, sebab pertemuan itu membahas masa depan Lombok Timur, khususnya hilirisasi rumput laut,"kata HM Juaini Taofik, Penjabat Bupati Lombok Timur, di ruang kerjanya (20/3/2024) lalu..

Dijelaskan, sudah pasti dari sekian produk hilirisasi rumput laut, Lombok Timur akan fokus pada pembangunan Bio Stimulan atau Pupuk dari rumput laut. Terlebih sekarang ini, kecenderungan pasar di Eropa dan bahkan dunia, sudah mulai bergeser dari pupuk anorganik menjadi pupuk bio stimulan dari rumput laut. Karena memang, rumput laut memiliki kandungan Natrium Klorida (NaCl) yang cukup banyak. NACL ini hanya ada di laut. 

"Pabriknya sedang dibangun. Dan skenario ke depan, Agustus ini sudah mulai berproduksi. Tapi sebelum beroperasi Agustus nanti, semua sudah mulai bekerja. Misalkan PT Pupuk nanti di bio stimulan, akan ada sertifikatnya atau pengakuan, lalu kementerian perdagangan dan pertanian seperti apa dan sebagainya,"jelas Juaini. 

Harapannya lanjut Juaini, sekarang sudah banyak program food estate dikembangkan Pemerintah. Kemudian di wilayah Sumatera dan Kalimantan untuk food estate, bahkan sudah mulai menggunakan pupuk bio stimulan untuk membedah tanah.

Hanya saja tantangan ke depan sambungnya, bagaimana memperbanyak orang yang menanam rumput laut di tingkat Hulu. Sebab sudah ada pasar dan pabrik yang menampungnya.

"Pemerintah pasti mendapat multiplayer efek. Disana selain melahirkan lapangan pekerjaan, perputaran ekonomi dan nanti ada Dana Bagi Hasil (DBH),"lugasnya.

"Makanya sedang dibuktikan di proyek food estate. Petani kita ini, kalau melihat orang berhasil baru percaya,”tambah Juaini.

Ia mengungkapkan, luas Teluk Ekas sebagai lokasi penanaman rumput laut seluas 4 ribu hektare. Sementara yang termanfaatkan sekarang ini oleh petani rumput laut setempat menggunakan teknologi sederhana, baru sekitar 10 hektare. Dan itu pun, petani hanya memanfaatkan kawasan pinggir saja. 

Sedangkan Perusahaan yang melakukan penanaman rumput laut menggunakan teknologi modern, mengambil kawasan sekitar 2 Km dari pesisir pantai. Artinya, kawasan penanaman menggunakan teknologi modern, tidak mengganggu lokasi penanaman rumput laut dilakukan petani rumput laut setempat.

"Dengan hilirisasi rumput laut ini, semua diberdayakan dengan baik. Ada saya tanya warga Ekas yang mengikat rumput laut, bisa mendapatkan Rp 125 ribu per hari, dan itu pun aktivitas sambilan masyarakat,"tandasnya.

Kaitan dengan rumput laut untuk dijadikan bahan bakar ungkapnya lebih jauh, merupakan bagian dari varian hilirisasi. Akan tetapi yang paling menjanjikan dari sisi benefit, kos dan rasionya itu pupuk bio stimulan. Apalagi Lotim ialah daerah pertanian.

"India malah sudah memesan pupuk bio stimulan ini. Tapi kebijakan pemerintah, pupuk bio stimulan ini dipakai di indonesia dulu,"pungkasnya. (gl/01)