![]() |
| ARAHAN : Bupati tegaskan akan merubah pola kerja lebih cepat. |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, menegaskan akan terapkan pola kerja lebih cepat. Itu ditegaskan, dalam halal bihalal bersama jajaran Sekretariat Daerah (Setda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, (25/3/2026).
Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, mengatakan, tidak ingin pekerjaan di kebut pada posisi bulan Desember, menjadi alasan utama akan menerapkan pola kerja lebih cepat. Sebab kalau bekerja terburu-buru, mengejar waktu, kualitas pekerjaan tersebut bisa jelek dan sebagainya. Sehingga jika hal itu terjadi, jelas ini akan berbahaya.
"Mulai hari ini, semua kegiatan di dinas terkait, perencanaan, konsultan semua bekerja cepat. Jangan sampai nanti kerja Desember, ada hujan dan sebagainya. Pengalaman sudah banyak, ini harus kita kejar dan perbaiki,"tegasnya.
Disinggungnya terkait kondisi dunia saat ini, kita semua melihat di media sosial perang yang terjadi di timur tengah. Dampak perang tersebut, sangat menghawatirkan dari sisi kondisi keamanan, perekonomian. Terlebih, negara ini masih impor sejumlah kebutuhan penting dalam jumlah sangat banyak. Salah satunya seperti gandum, daging sapi dan sebagainya. Termasuk bahan baku pupuk seperti pospat pun masih didatangkan dari timur tengah.
"Ini cukup menghawatirkan, terlebih BBM merupakan kebutuhan besar dan sangat bergantung dari Timur Tengah,"tandasnya.
Kaitan dengan kondisi BBM itu, terdapat wacana pemerintah pusat, sistem bekerja di masing-masing dinas akan diatur, seperti tidak jauh dengan cara kerja saat covid-19. Makna dari rencana pusat itu, kita diminta untuk berhemat, tidak sembarang menggunakan BBM seperti cara sekarang. Artinya, pemerintah pusat meminta jangan terlalu banyak menggunakan kendaraan sifatnya menggunakan BBM. Dimungkinkan penggunaan kendaraan BBM akan diatur.
Selain itu, pemerintah pusat mewacanakan akan mengatur jam kerja. Misal dalam satu OPD itu terdapat 100 pegawai, maka 50 orang bekerja di Kantor, sisanya bekerja dari rumah. Jika itu diterapkan, dimintanya yang bekerja dari rumah benar-benar bekerja, bukan keluyuran di rumah. Pihaknya pun mengajak untuk berdoa agar perang segera usai.
"Kita tunggu saja seperti apa kebijakan pemerintah pusat. Saya berharap kinerja yang selama ini kita pergunakan, supaya lebih kita tingkatkan lagi,"pungkasnya. (gl)




Komentar