![]() |
| RAKOR : TPID Lombok Timur, mengikuti Rakor pengendalian inflasi secara virtual dari Command Center, mewaspadai lonjakan harga jelang idul Fitri. |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Menjelang Idul Fitri, Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, meminta semua daerah mewaspadai dan siap menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok. Hal itu di catat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lombok Timur, saat mengikuti Rakor pengendalian inflasi daerah, secara daring dari Command Center Kantor Bupati, kemarin.
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian, meminta seluruh kepala daerah segera melakukan rapat koordinasi di wilayah masing-masing, guna mempersiapkan berbagai kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri. Persiapan tersebut tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, tetapi juga kesiapan sektor lain seperti pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik.
“Segera lakukan pembahasan persiapan Lebaran 2026 dari sektor ketersediaan pangan dan masalah lalu lintas saat mudik dan arus balik,"tekan Tito.L
Tito menjelaskan, perkembangan realisasi pendapatan dan belanja daerah. Ia mendorong pemerintah daerah yang capaian belanja APBD-nya masih rendah, agar segera meningkatkan realisasinya guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Pantauan terhadap kondisi ekonomi daerah sangat penting, karena berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
“Dorong pertumbuhan ekonomi. Nanti kita akan melihat daerah mana saja yang memiliki capaian tinggi maupun rendah, baik dari sisi pendapatan, belanja daerah, maupun pertumbuhan ekonominya,”tegasnya.
Kaitan dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu pertama Maret di Provinsi NTB. Khususnya Lombok Timur tercatat mengalami kenaikan IPH tertinggi di NTB, dengan perubahan sebesar 6,22 persen. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh sejumlah komoditas utama, seperti cabai rawit, daging sapi, dan bawang merah.
Bahkan secara nasional, Lombok Timur tercatat sebagai daerah dengan kenaikan IPH tertinggi dibandingkan ratusan kabupaten/kota lainnya di Indonesia.
"Kita berharap semua pemerintah daerah, memperkuat koordinasi dan mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Idul Fitri,"pungkasnya. (gl)




Komentar