![]() |
| Ahmad Dewanto Hadi |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Pembangunan infrastruktur jalan melalui Program Percepatan anggaran tahun jamak, memasuki bulan ke tiga. Progres pembangunan infrastruktur jalan itu, secara umum saat melaporkan pada pendamping yakni Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur pada pekan lalu, berada pada posisi 7 persen. Namun sekarang, diperkirakan sudah mencapai sekitar 12 persen, (9/3/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi, di Kantor Bupati Lombok Timur, menjelaskan, progres sementara dari 59 ruas jalan yang terbagi dalam lima paket hotmiks semua sudah dikerjakan. Satu paket pekerjaan itu, ada 19 ruas jalan, 10 ruas jalan dan lainnya.
Rata-rata ruas jalan tersebut terutama ruas jalan strategis seperti Sikur-Sakra, sejumlah ruas jalan dalam kota Selong dan Labuhan Haji, sudah dalam proses pengerjaan. Sedangkan ruas jalan yang relatif tidak prioritas dalam pengertian tidak banyak di lalui masyarakat, masih dalam pekerjaan minor, seperti pengerjaan drainase atau gorong-gorong.
"Jadi rutin progresnya dilaporkan ke pendamping. Insya Allah, habis lebaran kita turun lagi pemantauan ke lapangan,"terangnya dan mengatakan, dari 59 ruas itu memang belum ada ruas jalan yang rampung 100 persen. Kita masih punya waktu sampai November.
Sementara itu disinggung gedung MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions), Kerangka Acuan Kerja (KAK) sudah selesai. Hari ini (kemarin, red), pihaknya zoom dengan Ikatan Arsitek Indonesia, untuk pelelangan kontes gambar gedung MICE. Akhir April nanti, pemenang lomba sudah ada, dan hasilnya untuk di Detail Engineering Design (DED)-kan. Sedangkan persiapan lelang, di perkirakan pada bulan Juni atau Juli mendatang.
"Kita akan launching secara Nasional. Siapa pun arsitek boleh ikut kontes gedung MICE. Hadiah sudah disiapkan diluar anggaran fisik gedung MICE. Juara satu Rp 150 juta, juara dua Rp 100 juta dan juara tiga Rp 75 juta,"tandasnya.
Nantinya lanjut Dewanto Hadi, Detail KAK gedung MICE itu, dari sisi tampilan arsitektur gedung, arsitek tersebut harus mampu menterjemahkan kebutuhan Lombok Timur, budaya lokal, luas area digunakan, dan sebagainya.
"Jadi mereka harus bisa menterjemahkan gedung MICE sesuai kondisi kedaerahan kita,"pungkasnya.
Untuk diketahui gedung MICE tersebut, pemerintah akan membangunnya di eks Gedung Dharma Wanita Selong. Sementara para pedagang yang akan berjualan di kawasan gedung MICE, akan ditata pemerintah. Penataan dilakukan, agar kawasan itu terlihat tidak semrawut. (gl)




Komentar