![]() |
gadalombok.co (ist) Para siswa saat mengikuti pembukaan GSI Tingkat Kabupaten Lombok Timur |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, menggelar Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Kabupaten. GSI yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Lalu Muslihin ini, untuk mencari bibit unggul dalam bidang olahraga sepak bola.
Kepala Dikbud Lombok Timur, Muhammad Nurul Wathoni, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dikbud Lombok Timur, Samsul Wajdi mengatakan, GSI Tingkat Kabupaten ini, berlangsung sejak 22 Juni sampai 27 Juni mendatang. Terdapat puluhan club sepak bola tingkat SD dan SMP akan berkompetisi dalam GSI Tingkat kabupaten ini.
"Lomba gala siswa Indonesia ini sudah kita sosialisasikan ke pihak sekolah. Hari ini kompetisi bergengsi ini akan kita buka hari ini,"katanya.
Lanjutnya, karena GOR Lalu Muslihin masih di ada peralatan Festival Muharam, sementara pembukaan kegiatan dan pertandingan, berlangsung di Lapangan Bonar Pancor. Pada pertandingan berikutnya, akan dilanjutkan di GOR Lalu Muslihin.
"Lomba GSI ini untuk mencari bibit unggul olahraga bidang sepakbola. Nantinya bibit terbaik yang kita peroleh, bisa mewakili daerah untuk mengikuti kompetisi di jenjang berikutnya,"tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dikbud Lombok Timur, Muhammad Nurul Wathoni, mengatakan, Dikbud Lombok Timur akan terus mendorong, agar satuan pendidikan dari jenjang TK, SD dan SMP, untuk bisa memiliki kesadaran dan komitmen untuk mengikuti kompetisi, agar para siswa memiliki mental berkompetisi dan prestasi. Baik pada bidang akademik dan non akademik.
"Kita terus mendorong sekolah mengaktifkan kegiatan pembinaan dan pengembangan minat bakat siswa, melalui ekstrakurikuler,"terangnya.
Diungkapkan, Dikbud salah satunya melakukan evaluasi sekolah, melalui keikutsertaan dalam ragam kompetisi, yang pembiayaannya melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di satuan pendidikan masing-masing.
"Jadi anggaran BOS lebih berorientasi ke siswa. Karena itu, program pembinaan ekstrakurikuler harus dilakukan dan dianggarkan melalui anggaran BOS. Jangan anggaran BOS berorientasi ke fisik sekolah atau semacamnya,"lugasnya.
Kedepan, Dikbud ingin sekolah bisa fokus pada pembinaan minat bakat siswa, agar menjadi bekal dan prestasi siswa. "Akademik itu penting, tapi tidak semua siswa punya bakat akademik. Sehingga perlu juga program pembinaan non akademik, sehingga bekal siswa bisa lebih komprehensif,"pungkasnya. (gl)

Komentar