Rektor Universitas Hamzanwadi, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyalami Wakil Bupati Lombok Timur, dalam grand opening Z-Kopi Hening By Nahda di komplek YPH PPD NWDI Pancor.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co  - Pertumbuhan Kedai Kopi di Lombok Timur, salah sektor yang dicermati Wakil Bupati Lombok Timur H Moh. Edwin Hadiwijaya. Bahkan kedai kopi, saat ini berkembang sangat pesat. Mulai dari kawasan Rinjani, hingga Kota Selong, dan dikelola anak muda. Keberadaan bisnis kopi ini, turut menjadi bagian motor penggerak roda ekonomi lokal Daerah ini. 

Wakil Bupati Lombok Timur, H Moh. Edwin Hadiwijaya, saat grand opening program Zakat Kelompok Usaha Produktif (Z-Kopi), pada kedai Coffe Hening By Nahda komplek YPH PPD NWDI Pancor, (9/7/2026) menegaskan, maraknya bisnis kedai kopi dinilai tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja. Ini juga membuktikan nyata, pemuda Lombok Timur memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, dan mampu membaca peluang pasar. 

“Pemerintah Lombok Timur sangat mengapresiasi komitmen kedai kopi, terutama yang berpihak kepada kelompok difabel, sebagai bagian dari pekerja kedai kopi,” ucapnya. 

Kolaborasi Baznas RI dengan akademisi, Lembaga filantropi dan sektor usaha kreatif seperti ini, diapresiasi Wabup. Karena menurutnya, langkah yang diambil Baznas RI merupakan langkah yang tepat.

“Kami percaya, langkah ini akan menjadi formula kuat dalam menggerakkan roda ekonomi daerah secara inklusif di Lombok Timur,”ucapnya penuh yakin.

Wabup menegaskan, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur, untuk menggerakkan perekonomian. Salah satunya, memanfaatkan ruang publik, seperti optimalisasi Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) yang digelar di berbagai titik di Lombok Timur. Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga daya tahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Secara makro lanjut Wabup, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur pada Triwulan I (Pertama) tahun 2026, mencatatkan angka yang cukup impresif, yakni mencapai 7,83 persen. Kendati demikian, Wabup memberikan catatan bahwa, angka pertumbuhan ini belum sepenuhnya merata. Karena berdasarkan data per Maret 2026, kesejahteraan pada Desil 1 hingga Desil 5, masih mencakup sekitar 300 ribu Kepala Keluarga (KK). 

“Kehadiran kedai kopi ini, diharapkan mampu menjadi salah satu generator yang mendongkrak pemerataan pertumbuhan ekonomi di akar rumput,”harapnya.

Pada kesempatan itu, Wabup juga memaparkan langkah daerah, dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini. Pemerintah Lombok Timur kini tengah gencar menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan.

“Untuk mendukung UMKM kita, pemerintah Lombok Timur melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui program "Lotim Berkembang" akan terus digulirkan untuk menjamin kemudahan modal bagi Masyarakat,”lugasnya.

Sementara itu, Perwakilan Baznas RI, Lalu Abdul Muhyi Abidin, menjelaskan, kehadiran gerai kopi ini merupakan bagian dari program Zakat Kelompok Usaha Produktif (Z-Kopi) dari Baznas RI, untuk mendorong kemandirian ekonomi. Kedai di Lombok Timur ini, menjadi salah satu percontohan gerai besar, yang menyasar klaster strategis, termasuk dunia pendidikan. 

“Program ini menekankan misi social. Dan keberlanjutan dari program ini, Baznas tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga ingin membangun ekosistem syariah dan budaya bersedekah,”ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Hamzanwadi  Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengungkapkan rasa syukur atas  kolaborasi dengan Baznas RI. Rohmi menekankan, predikat Universitas Hamzanwadi sebagai "Kampus Inklusif" tidak boleh hanya menjadi slogan di atas kertas atau sekadar papan nama prodi. 

"Kami tidak ingin konsep inklusif ini hanya megah di baliho atau papan nama kampus. Inklusi harus benar-benar diterapkan secara nyata. Dalam konteks pendidikan dan dakwah, inklusivitas adalah nilai fundamental yang harus kita pegang erat untuk membangun bangsa ini," tegasnya.

Rohmi meyakini potensi luar biasa yang dimiliki oleh kelompok difabel. Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berdaya. Melalui pengelolaan kedai ini, Universitas Hamzanwadi ditegaskan siap membuktikan kepada pemerintah dan masyarakat luas, bahwa warga difabel adalah individu yang produktif. 

"Saudara-saudara kita dari kelompok difabel ini, seringkali jauh lebih hebat dari kita. Mereka mungkin memiliki kekurangan dari sisi fisik, tetapi sesungguhnya mereka dibekali kekuatan hati yang luar biasa besar. Mereka terus berjuang (struggle) untuk menggapai cita-cita dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,”pungkas Rohmi. (gl)