![]() |
| H. Pathurrahman |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, sedang berjuang mendapatkan program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Bank Dunia, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Bappenas. Program dengan nilai sekitar Rp 150 miliar itu, untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi. Saat ini Lombok Timur menunggu tahapan seleksi atau survey lapangan.
“Tahapan seleksi administrasi sudah kita lalui. Sekarang kita menunggu tahapan seleksi lapangan. Tim dari Bank Dunia, Bappenas, Kementerian PU dan lainnya akan turun,”kata H Pathurrahman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) di Kantor DPRD Lombok Timur, (6/7/2026)
Survei lapangan itu lanjutnya, berkaitan dengan pengecekan kesiapan lahan 30 Kabupaten atau Kota yang menjadi sasaran program tersebut. Sementara Lombok Timur sendiri, telah menyiapkan lahan seluas 2 hektare di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijo Balit Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur.
“Sesuai jadwal, Juli ini tim akan turun survey lapangan,”ketusnya.
Ia mengungkapkan, mega proyek tersebut nantinya akan mengolah sampah organik mau pun anorganik. Dua jenis sampah itu akan didaur ulang seperti sampah organik, akan menjadi bahan pakan, maggot dan lainnya. Sedangkan anorganik menjadi cetakan, hingga energi Listrik.
“Setelah tim turun survey lapangan baru hasilnya di umumkan. Semoga program ini kita dapatkan, dan Oktober mendatang sudah bisa MoU,”tegasnya lagi.
Sejauh ini ungkap Pathurrahman, Kementerian PU sudah masuk ke TPA, memberikan saran agar jangan lagi open damping dimana hanya membuang sampah begitu saja, tempat pemulung mencari sampah anorganik, hingga menjadi sanitary land fill (control land fill).
“Saat ini dalam sehari sekitar 112 ton sampah masuk ke TPA. Jumlah itu bersumber dari beberapa kecamatan saja. Kalau program ini kita dapatkan, direncanakan kebutuhan sampah atas mesin itu, antara 120 ton sampai 150 ton per hari,”pungkasnya. (gl)

Komentar