Bupati Kilas Balik Sejarah Berdirinya Baznas Lombok Timur

Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, menyambut Kedatangan Kapolda NTB bersama Rombongan di Baznas Lombok Timur.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Kapolda NTB, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, menyempatkan diri singgah di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, menyerahkan paket bantuan pada 200 pakir miskin dan anak yatim. Penyerahan bantuan, Kapolda NTB di damping Bupati dan Wakil Bupati, serta pejabat lainnya, di Baznas Kabupaten Lombok Timur, (9/7/2026).

Dihadapan Kapolda NTB, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, kilas balik sejarah atau cikal bakal terbentuknya Baznas Lombok Timur. Baznas Lombok Timur lahir sebelum Baznas RI, dimana dulu Namanya Badan Amil Zakat Daerah (Bazda), didirikan H Moch. Ali Bin Dachlan saat itu menjabat Bupati Lombok Timur. Pada saat pendirian Bazda kala itu, terjadi aksi demontrasi besar-besaran. Bahkan pendirian Bazda kala itu, mengakibatkan H Moch Ali Bin Dachlan tidak terpilih Kembali pada Pilkada. 

Seiring pergantian kepala daerah, namun aktivitas pergerakan Baznas tidak dihentikan, tapi terus bergerak dan berlanjut hingga saat ini. Dana yang dapat dihimpun di Baznas ini, awalnya hanya dari PNS dan dari kalangan guru PNS saja, artinya hanya yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. 

“Seiring waktu, Alhamdulillah sekarang kepolisian dan TNI juga dapat mengeluarkan zakat. Bahkan para pengusaha juga mengeluarkan zakatnya melalui Baznas Lombok Timur,”ucapnya.

“Kalau dulu Baznas hanya menyalurkan bantuan pokok untuk pakir miskin saat lebaran saja, tapi sekarang setiap bulan sudah bisa menyalurkan bantuannya,”tambah Warisin.

Ia mengungkapkan, jumlah penduduk Lombok Timur sudah mencapai 1,451 juta jiwa lebih. Angka kemiskinan di daerah ini tahun 2024 lalu, diangka 13,43 persen. Menurut informasi Badan Pusat Statistik (BPS), dengan pertumbuhan ekonomi Lombok Timur yang mencapai 7,83 persen, diharapkannya akan mengikuti penurunan terhadap angka kemiskinan di Lombok Timur.

“Mudahan angka kemiskinan di Lombok Timur terus mengalami penurunan,”harapnya.

Lebih jauh Warisin mengungkapkan, ia melihat vide Bupati pada saat di Mataram, dengan tampilan bersahaja dan sederhana serta merakyat. Dari video yang dilihatnya itu dan mendapat informasi bahwa Kapolda melakukan kegiatan ke Sembalun, sehingga meminta pada Kapolres Lombok Timur, agar Kapolda sebelum ke Polres, harus melalui Baznas dulu. 

“Saya hafal beliau (Kapolda) lewat videonya, beliau bersahaja, sederhana dan sangat cinta rakyat. Tidak ada tujuan lain,”pungkasnya. (gl)