Ketua Kontingen Tegaskan Ambisi Rebut Posisi Pertama
![]() |
| Ketua Kontingen (kanan), menerima bendera Lombok Timur diserahkan Bupati H Haerul Warisin (kiri). |
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XII NTB mulai bergulir. Sebanyak 644 orang terdiri dari atlet, pelatih dan official, dilepas Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, untuk mengikuti ajang bergengsi sekali dalam dua tahun itu. Pelepasan di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, (9/6/2026).
Jumlah atlet yang berlaga pada 46 Cabor di Porprov ini, sebanyak 543 atlet, terdiri dari atlet putri sebanyak 208 orang dan atlet putra 335 orang. Sebanyak 572 atlet, pelatih dan official dibiayai Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Lombok Timur. Sisanya, 72 orang sifatnya mandiri atau biaya sendiri.
Ketua Kontingen Lombok Timur H. Ridatul Yasa Sutaryadi, pada Porprov tahun ini, Lombok Timur mengikuti 46 Cabor dari 54 Cabor yang dipertandingkan. Dari 54 Cabor, terdapat 758 nomor pertandingan, tapi Lombok Timur hanya mengikuti 421 nomor pertandingan. Terdapat delapan Cabor yang tidak di ikuti Kontingen Lombok Timur, mulai dari Cabor selancar ombak, menembak, bermotor, anggar, kriket, gateball, sky air dan taqball. Sehingga total 337 nomor pertandingan yang tidak di ikuti Kontingen Lombok Timur.
Porprov kali ini, menggunakan beberapa venue di sejumlah Kabupaten dan Kota. Untuk Kota Mataram dipertandingkan 30 Cabor, Lombok Tengah 11 Cabor, Lombok Barat 7 Cabor, tiga Cabor yakni Cabor Tinju, Cabor Kabaddi dan Cabor Pencak Silat di Lombok Timur. Selain itu, dua Cabor di Sumbawa Barat.
“Sebelum bertempur di Porprov, dua kali dilakukan pemusatan Latihan atau Training Center (TC). Kegiatan TC pertama tahun 2025, dan TC kedua tahun 2026. Dari 543 atlet, hanya 189 atlet yang mengikuti TC secara penuh dan ditargetkan masuk sampai final,”ucapnya.
“Kami targetkan peringkat terbaik. Bahkan kami berambisi merebut posisi pertama, setelah Porprov sebelumnya kami meraih peringkat tiga,”tegasnya.
Disyukurinya, Bupati Lombok Timur telah memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada atlet selama tiga bulan (Juli–Agustus 2026).
“Diharapkan seluruh Bapak asuh dapat berbuat maksimal, dalam rangka mendukung kesuksesan para atlet,”ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, menegaskan, pelepasan atlet Porprov ke – XII ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk melepas putra-putri terbaik daerah, yang akan membawa harum nama Lombok Timur. Warisin mengakui, prestasi para atlet tidak lahir dalam sehari, melainkan melalui ribuan jam latihan, pengorbanan waktu, kedisiplinan, serta doa dari orang tua.
Selain itu, juga tidak lepas dari ketekunan para pelatih dan dukungan penuh dari masyarakat Lombok Timur.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, official dan pengurus KONI, serta seluruh pengurus cabang olahraga, yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen,”imbuhnya.
Bupati berpesan, kontingen Lombok Timur tampil sebagai duta olahraga yang percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan pantang gentar menghadapi lawa. Ia juga mengingatkan, para atlet tidak mudah menyerah dan selalu menunjukkan karakter masyarakat Lombok Timur yang sopan, tangguh, dan menjunjung tinggi kejujuran.
Bupati menekankan, prestasi bukan semata-mata soal medali, tetapi juga tentang menjaga nama baik daerah, selama mengikuti seluruh rangkaian acara Porprov NTB.
"Jangan pernah gentar. Lawan mana pun pasti memiliki kelemahan. Tanamkan dalam hati bahwa, kita lebih baik dan kita pasti bisa. Keyakinan dan percaya diri adalah kunci utama," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Lombok Timur yang juga ketua Koni Lombok Timur ini, mengingatkan seluruh panitia yang terlibat dalam Kontingen Lombok Timur, menyiapkan segala keperluan dengan matang, dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi selama pelaksanaan pertandingan.
“Pastinya, bagi atlet yang berhasil membawa pulang medali emas, kita siapkan hadiah spesial,”janji Warisin. (gl)

Komentar