Kapolri menyerahkan pin emas Kapolri dan piagam penghargaan, diterima Bupati Lombok Timur dan Gubernur NTB.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo, memberikan pin emas pada Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin dan Gubernur NTB H Lalu Muhammad Iqbal. Pin emas itu, sebagai apresiasi Kapolri terhadap Bupati, atas partisipasi dan mendukung program ketahanan pangan melalui Hibah Tanah untuk lokasi pembangunan Gudang ketahanan pangan Polri menuju Indonesia swasembada bawang putih nasional.

Penyerahan pin emas, dilakukan Kapolri saat ground breaking Gudang bawang putih sekaligus penanaman dan panen raya bawang putih di Sembalun Lombok Timur, (19/8/2026).

"Ini tantangan besar, bagaimana mengulang dan membangkitkan kembali keberhasilan panen raya bawang putih, seperti pada masa kejayaan puluhan tahun lalu. Kalau ini bisa berjalan, maka akselerasi swasembada bawang putih sukses," kata Kapolri.

Ditegaskan, Polri ingin melihat hasil dari bibit-bibit terbaik bawang putih Sembalun, yang merupakan hasil penelitian dalam program tanam tahun ini. 

"Kita sama-sama tunjukkan kalau Indonesia bisa swasembada bawang putih kembali," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kakorbinmas Polri, Irjen Pol. Mardiyono, program Pembangunan Gudang bawang putih, penanaman dan panen raya ini, bentuk dukungan Polri terhadap Asta Cita pemerintah, khususnya di sektor pangan. 

"Pada tahun 1995 lalu, Indonesia pernah swasembada bawang putih dan kuat mencapai seribu ton lebih bawang putih," ujarnya.

Sebagai fasilitator, Polri memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian dan kelompok tani. Program ini dilakukan serentak di 14 Polda di Indonesia. Kontribusi terbesar ada di Polda NTB dengan produksi panen mencapai 1.200 ton, dari luas areal tanam mencapai 120 hektare. Sementara di Sembalun sendiri, tercatat hasil panen mencapai 105 ton dengan estimasi produksi 150 ton yang melibatkan Sembilan Kelompok Tani (Poktan). 

"Satgas akan terus melakukan pendampingan dan mengawal hingga panen. Harapan kita, bisa meningkatkan produksi dalam negeri menuju swasembada bawang putih nasional," jelas Mardiyono.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. R. Umar Kalingga, mengatakan, Polri bekerja sama dengan Poktan di Sembalun, mendukung swasembada bawang putih. Kerjasama penanaman juga dilakukan bersama Poktan di Sembalun sejak tahun 2025, dengan luas tanam mencapai 15 hektare. 

“Potensi lahan seluas 604 hektare. Terdapat 100 hektare sudah ditanami sebelumnya. Namun untuk penanaman serentak ini seluas 120 hektare,” terangnya.

“Hingga saat ini, lahan yang sudah ditanami bawang putih di NTB seluas 900 hektare, dengan asumsi produktivitas 10 ton per hektare. Potensi produksi kita 1.500 ton," tambah Kalingga.

Untuk meningkatkan produksi tersebut ungkap Kapolda, petani diberikan bantuan sarana prasarana dari Kementerian Pertanian. Dukungan ini, sebagai upaya pengelolaan lahan seperti peningkatan hasil produksi, pengendalian hama tanaman, hingga pembangunan gudang bawang putih.

“Anggaran pembiayaannya, bantuan dari Pemda dan Pemprov NTB. Ini wujud dukungan Polri dalam menyukseskan swasembada pangan," pungkasnya. (gl)