Disiplin Yang Diajarkan Pelatih, Jadi Karakter Dalam Kehidupan Sehari-hari-Hari
LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Sebanyak 32 anggota Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Lombok Timur, di kukuhkan. Momen sakral ini (pengukuhan, red), dilakukan Wakil Bupati Lombok Timur H Moh. Edwin Hadi Wijaya. Pengukuhan selain disaksikan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan OPD, juga disaksikan para orang tua anggota Paskibraka. Pengukuhan berlangsung di Pendopo Bupati, (16/8/2026).
Bupati Lombok Timur, dalam arahannya mengatakan, anggota paskibraka yang mendapat tugas mengibarkan bendara, adalah anak-anak pilihan yang dipercaya untuk membawa kehormatan bangsa. Ditangan mereka, sang merah putih akan naik perlahan ke puncaknya. Tapi menurut Bupati, sesungguhnya yang dikibarkan itu bukanlah sekadar selembar kain merah putih, akan tetapi mengibarkan sejarah, mengibarkan pengorbanan para pahlawan, bahkan mengibarkan harapan jutaan rakyat.
“Ketika berdiri tegak dihadapan merah putih, jangan hanya tegakkan badan saja, tapi tegakkan hati. Ingat wajah orang tua yang setiap hari mendoakan, wajah guru yang telah membimbing, dan ingat pejuang yang telah mengorbankan jiwa raganya sehingga hari ini menjadi bangsa yang merdeka,” kata Bupati.
Dikatakan, tugas sebagai Paskibraka akan berakhir, tapi pengalaman sebagai paskibraka jangan pernah berakhir pada diri masing-masing. Jadikan disipliner dan tauladan sebagai karakter, kekompakan sebagai kekuatan, keberanian sebagai bekal, dan jadikan merah putih sebagai pilar, bahwa kemana pun pergi kelak tetap sebagai putra dan putri Indonesia.
“Terimakasih pada orang tua, dibalik anak-anak hebat ini, ada doa dan pengorbanan orang tua yang luar biasa. Mungkin selama pelatihan, ada rasa hawatir, lelah dan rindu terhadap anak,” ucapnya.
Bupati menyebutkan, suatu hari nanti akan semakin dewasa, ada yang menjadi dokter, guru, TNI, Polri, pengusaha dan sebagainya. Bila suatu hari nanti melihat merah putih berkibar dilangit, ia mengingatkan agar anggota Paskibraka selalu ingat bahwa ada satu masa dalam hidup, pernah berdiri dengan dada tegak, menahan lelah dan penuh kekompakan, mengantarkan merah putih sampai ke puncak.
“Kalian akan menjadi penerus generasi akan datang. Disiplin yang diterima itu harus menjadi karakter dan terus dibawa di kehidupan sehari hari, jangan merubah itu,” tegasnya.
“Pembina dan pelatih dengan susah payah menanamkan disiplin tinggi itu pada semua paskibraka. Jangan begitu selesai kemudian pakaian dibuka dan semua ikut selesai. Kalian generasi penerus, baik di pemerintahan atau pun tempat lain. Ibadah tidak boleh dilupakan, bakti pada orang tua tidak boleh tidak dilakukan,”tambah warisin.
Lebih jauh diungkapkan, ada ribuan siswa berlomba ingin menjadi bagian dari Paskibraka. akan tetapi hanya 32 orang yang terpilih dan berjasa memetik pengalaman keras, untuk mengibarkan bendera merah putih. Tidak semua bisa dan memiliki kesempatan besar ini.
“Saat mengibarkan bendera merah putih, tidak saja dilihat peserta apel saja, tapi di lihat seluruh masyarakat Lombok Timur dan masyarakat Indonesia umumnya. Ikuti apa yang sudah menjadi petunjuk pelatih,”pungkasnya. (gl)

Komentar