Plt. Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga, menyerahkan piagam penghargaan terbaik satu Pekan Genting kategori regional II.


LOMBOK TIMUR I gadalombok.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Lombok Timur. Kali ini, Lombok Timur sebagai Kabupaten terbaik pelaksanaan pekan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kategori Regional II. 

Penyerahan piagam penghargaan itu, diserahkan Plt. Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) BKKBN RI, Yuni Hastutiningsih, diterima Wakil Bupati Lombok Timur, H Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam Sarasehan Kemitraan Genting, di Hotel Syariah Selong Lombok Timur, kemarin.

Selain itu, Kemendukbangga melalui Wakil Bupati, juga menyerahkan piagam penghargaan pada Orang Tua Asuh (OTA) Keluraga Risiko Stunting (KRS), yakni Pondok Pesantren Assunnah Bagik Nyaka Aikmel, PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Sambelia.

Kepala DP3AKB Lombok Timur, Muksin, menjelaskan, bicara pencegahan stunting, Wakil Bupati sebagai ketua TP3S, terus memacu pencegahan dan penurunan angka stunting. Mengingat Lombok Timur merupakan barometer NTB dalam penanganan stunting. Bersama OPD dan Bappeda sebagai koordinator pencegahan stunting, terus bersama sama mengambil Langkah nyata dalam menurunkan angka stunting didaerah ini. 

“Kemendukbangga menggelar pekan genting, dengan maksud memperluas sasaran KRS. Ternyata diluar dugaan juga, Lombok Timur kendati sebelumnya zona merah, kini keluar sebagai juara satu nasional untuk regional dua,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dari data yang ada melalui system e-PPGM, tahun 2022 lalu angka stunting Lombok Timur yakni 22,4 persen stunting. Setelah di urai dan didetailkan dari data e-PPGM itu, per Agustus 2026 data stunting Lombok Timur berada diangka 18,4 persen. Dengan penurunan stunting setahun 4 persen, menurutnya jumlah itu cukup signifikan. 

“Pemerintah menggerakkan semua potensi yang ada, menjadi langkah sukses kita menekan stunting. Keberhasilan Genting, murni diluar pemerintahan yang terlibat untuk menyukseskannya,”ucapnya. 

Wakil Bupati Lombok Timur, H Moh. Edwin Hadiwijaya, mengatakan, turunnya angka stunting di Lombok Timur menjadi 18,4 persen, itu menunjukkan kerja-kerja semua pihak mulai dari Genting, tim pendamping dan lainnya sudah menunjukkan hasil. Akan tetapi, angka tersebut masih jauh dari target, sehingga ketika bertemu PKK Provinsi, kalau mau angka stunting NTB bagus, maka intervensi ke Lombok Timur harus kuat. “Penduduk Lombok Timur terbanyak di banyak. Sehingga berharap Pemprov dan pusat betul-betul memberikan perhatian pada Lombok Timur,” terangnya. 

Tahun ini tahun salah satu fokus kerja pemerintah adalah stunting. Juni lalu, pendampingan stunting periode kedua dilakukan Kemendagri, Kemenkes dan bank dunia. Periode kedua ini betul-betul dimanfaatkan untuk membenahi penanganan stunting. 

“Genting menggunakan SK Bupati. Alhamdulillah SK Bupati tidak sia-sia, sehingga penanganan stunting bisa lebih fokus. Harapan kami Bappeda lebih serius dan fokus,”ujarnya dan berharap DP3AKB bisa melobi anggota DPRD untuk turut melakukan intervensi stunting melalui Pokir. 

Sementara itu, Plt. Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga, Yuni Hastutiningsih, mengatakan, kedatangannya ke Lombok Timur untuk memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas pelaksanaan Pekan Genting yang dilaksanakan pada Agustus lalu. 

“Lombok Timur luar biasa di Regional 2. Jadi sebenarnya saingannya banyak, karena Regional 2 terdiri dari beberapa Provinsi,” tegasnya.

Dalam pekan Genting, Lombok Timur bersama Kabupaten dan kota lainnya di seluruh Indonesia, mendapat target dari pemerintah pusat. Dari target itu, harus benar sasarannya. Pihaknya pun telah melakukan pengecekan melalui sistem informasi genting, namanya Sigenting. 

“Jadi, barang siapa yang berbohong pasti ketahuan, barang siapa yang elek-elean (tidak serius, red) pasti juga ketahuan karena system,” lugasnya.

Itu artinya lanjut Yuni, Kabupaten dan Kota di NTB, benar-benar melakukan pendataan. Benar KRS didatangi, diverifikasi, dicek, kemudian di identifikasi serta di edukasi. Dalam edukasi tersebut, kalau misalkan dia hamil, diberi edukasi tentang pentingnya asi, kalau rumahnya agar jorok maka dilakukan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), bagaimana gizi hingga edukasi bagaimana menjaga sampai pola asuh.

“Nah, itu Tim Pendamping Keluarga (TPK), PLKB dan lainnya yang mengedukasi,”imbuhnya.

“Dilihat dala sistem Sigenting, kami melihat Lombok Timur melakukan edukasi dan intervensi secara merata. Hampir di seluruh desa, dia cek betul-betul. Karena ada kabupaten, itu malas ke desa-desa, hanya berpikir yang penting target tercapai,”tegasnya.

Lebih jauh diungkapkan, hasil intervensi stunting tetap dilaporkan pada Menteri, Bappenas, Sekretariat Wakil Presiden, Kantor Staf Kepresidenan dan lainnya. Ia berharap, Bupati bersama Wakil Bupati Lombok Timur, tidak hanya memiliki Tim Pengendali Genting tingkat Kecamatan, yang berfungsi untuk menarik bantuan di Kecamatan itu. Sedangkan yang menjadi ujung tombaknya adalah tim pengendali Genting tingkat Desa dan Kelurahan.

“Kami hadir untuk memberikan support dan memupuk semangat mitra Genting. Potensi Lombok Timur luar biasa. Kalau kita lihat dari tim pengendali gentingnya, sistem kerjanya kita nilai saat Pekan Genting, mereka bekerja bersungguh-sungguh. Potensi yang harus dipupuk, berkaitan dengan verifikasi data, kemudian menggalang mitranya, potensi ini harus dipupuk,”pungkasnya seraya mengajak mitra genting Pentahelix, bersama-sama melakukan pencegahan stunting. (gl)